News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Status Beasiswa Dwi Sasetyaningtyas Diperdebatkan, LPDP Justru Soroti Suaminya yang Diduga Melanggar Aturan

Berdasarkan hukum, LPDP melihat status alumni penerima beasiswa Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas tidak ada masalah. Tapi suaminya, Arya Iwantoro diduga melanggar aturan.
Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:57 WIB
Alumni penerima beasiswa LPDP sekaligus influencer, Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Instagram/@sasetyaningtyas

Jakarta, tvOnenews.com - Alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas menuai polemik hebat di ruang publik. Pasalnya, sang influencer membuat konten memicu amarah masyarakat Indonesia.

Konten Dwi Sasetyaningtyas di Threads menggegerkan karena mengabarkan anaknya mendapatkan paspor Inggris. Ia bangga buah hatinya berstatus warga negara asing (WNA) ketimbang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sontak, status Dwi Sasetyaningtyas sebagai alumni penerima LPDP menjadi bulan-bulanan publik. LPDP resmi buka suara terkait kegaduhan diciptakan sang influencer.

Akan tapi, LPDP sulit menindaklanjuti kontroversi Dwi Sasetyaningtyas. Tyas sapaan akrabnya, dinilai telah menyelesaikan masa studi dan kewajibannya.

"Saudari DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan," tulis LPDP melalui Instagram Story resminya, Sabtu (21/2/2026).

"Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan," lanjut LPDP.

Ketentuan dan Syarat Penerima LPDP

Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing
Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing
Sumber :
  • ist

LPDP menjelaskan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh penerima beasiswa. Setiap penerima beasiswa maupun alumni LPDP, berdasarkan kontrak, wajib mengabdi atau berkontribusi di Indonesia.

Khususnya alumni penerima LPDP, mereka harus kembali dan berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2N+1).

Sementara, Tyas mengaku telah lulus kuliah di Belanda. Hal itu terjadi sejak 2017 lalu.

Sang influencer tentu mempunyai kewajiban kontribusi kepada Indonesia selama lima tahun. Melalui Threads pribadinya, Tyas mengaku telah mengikuti aturan yang berlaku.

Meski tidak memiliki kewenangan menegur, LPDP berusaha berkomunikasi dengan Tyas. Kegaduhan yang tercipta sebagai sikap tidak bijak dilakukan alumni penerima beasiswa LPDP.

"Agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sesitivitas publik, serta menanamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri," jelas LPDP.

LPDP Soroti Status Penerima Beasiswa Suami Dwi Sasetyaningtyas

Akan tapi, LPDP masih bisa menindaklanjuti kegaduhan Tyas melalui suami sang influencer, Arya Iwantoro. Pasalnya, status penerima LPDP Arya juga menjadi sorotan utama publik.

Arya Iwantoro dinilai belum menuntaskan kewajibannya. Kabar tersebut mencuat setelah konten Tyas meledak di berbagai platform media sosial.

"Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumni LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi," kata LPDP.

Fakta Arya diduga melanggar aturan LPDP setelah beberapa dokumen suami Tyas itu menyantumkan dirinya penerima beasiswa LPDP.

Selain itu, mahasiswa asal Lampung sekaligus konten kreator Awbimax, Bima Yudho Saputro cukup mengetahui seputar informasi tentang Arya Iwantoro.

Bima menelusuri jejak akademik dan profesional suami Tyas. Arya kala itu menempuh pendidikan magister dan doktoral di Utrecht University dibantu dengan dana dari beasiswa LPDP hingga S3.

Setelah lulus studi doktoral pada 2022, Arya belum menyelesaikan kewajiban berkontribusi untuk kembali ke Indonesia. Suami Tyas itu justru pilih melanjutkan karier akademik di University of Exeter selama 2,5 tahun di Inggris.

Bima menambahkan, Arya diduga melanjutkan kontrak karier akademiknya di University of Plymouth.

"Suaminya itu jadi Researcher di UK karena suaminya dulu ambil Master plus PhD di Netherland dan sampai sekarang belum pulang untuk pengabdian," tulis Bima.

"Memang kalau sesuai aturan, LPDP memperbolehkan alumninya untuk bekerja di luar bidangnya selama 2 tahun di luar negeri, tapi kenyataannya suaminya malah 2 tahun lebih kerja di Exeter terus sekarang lanjut kontrak jadi Senior Research di Plymouth," lanjut Bima.

LPDP tentu tidak bisa tinggal diam. Pihaknya akan menindaklanjuti dan bersikap tegas terhadap setiap alumni apabila ditemukan terindikasi melanggar aturan.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," tegas LPDP.

LPDP berjanji akan bersikap adil dan profesional. Kehadiran LPDP untuk mendukung dan menciptakan generasi bangsa yang berkompeten serta berguna bagi Indonesia.

Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf

Sementara, Tyas membuat klarifikasi setelah bikin kegaduhan. Ia meminta maaf karena ucapan kontroversinya yang membuat masyarakat Indonesia marah.

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang membuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulis Tyas dalam Instagram pribadinya.

Ia menyesali ucapan tersebut dijadikan konten sehingga menimbulkan polemik di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut, tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," katanya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT