Sule Pertanyakan Teddy soal Warisan Rizky Febian dari Lina, Mulai dari Kos-kosan hingga Uang Rp5 Miliar
- YouTube/Cumicumi & Reyben Entertainment
tvOnenews.com - Sule pertanyakan Teddy soal warisan Rizky Febian dari Lina, perhiasan hingga kos-kosan diduga raib, setelah persoalan hak waris ini kembali mencuat dan memicu perhatian publik.
Komedian Sule akhirnya angkat bicara setelah bertahun-tahun memilih diam terkait polemik harta peninggalan mendiang Lina Jubaedah.
Ia menyoroti keberadaan safety box yang disebut menyimpan dokumen penting serta uang senilai Rp5 miliar yang seharusnya menjadi hak putra sulungnya, Rizky Febian.
Sule menduga harta tersebut telah habis tanpa kejelasan, sehingga memunculkan pertanyaan besar terhadap Teddy Pardiyana.
Persoalan ini semakin memanas karena Teddy mengajukan permohonan ahli waris untuk putrinya, Bintang, di Pengadilan Negeri Bandung.
Langkah tersebut membuat Sule merasa tidak bisa lagi tinggal diam, apalagi dirinya ikut terseret sebagai pihak tergugat dalam perkara tersebut.
Menurut Sule, persoalan warisan ini bukan sekadar penetapan ahli waris, melainkan juga menyangkut hak anak-anaknya yang disebut telah dirugikan.
Ia mempertanyakan bagaimana harta peninggalan Lina, mulai dari uang hingga aset lain, bisa menghilang tanpa penjelasan.
Dalam keterangannya yang diunggah YouTube Cumicumi pada 10 Februari 2026, Sule mengatakan, “Kalau memang betul, kan saya sudah berkali-kali bilang, kalau memang betul dia mau ditetapkan ahli waris, kan yang mau ditetapkan ahli waris kata pengacaranya Bintang sama Teddy-nya kan gitu.”
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jika memang secara hukum ada bagian yang diterima oleh pihak lain.
Namun, Sule menyebut sudah ada kesepakatan tertulis mengenai pembagian harta tersebut.
“Kalau saya mah monggo, harta saya sudah saya kasih kok gitu. Tapi itu kan sudah ada secara pernyataan tertulis bahwa itu sudah dia tidak akan mengakui secara tertulislah itu dan itu pengacaranya almarhum,” lanjut Sule.
Sule juga menekankan bahwa uang bukan segalanya baginya, namun ia tetap ingin hak anak-anaknya tidak diabaikan.
“Nah, kalau memang secara hukum toh misalkan secara hukum pengadilan agama jadi kebagian misalkan Bintang kebagian ya monggo. Kalau saya silahkan aja ya. Apalah arti dari segak semua dunia itu uang bisa dicari. Anggap aja saya sedekah. Iya kan.”
Meski begitu, Sule mengingatkan bahwa asal-usul harta juga perlu dijelaskan. Ia menilai tidak semua aset bisa dikategorikan sebagai harta bersama atau gono-gini.
“Akan tetapi mungkin dari pihak sana pun, ibu pengacara yang terhormat juga harus tahu runtutannya. Runtutan harta itu dari mana? Kan bukan semua harta bagian kalau melihat dari permasalahan yang sudah ada itu sebetulnya tidak mendapatkan gono-gini.”
Sule bahkan menyebut dirinya sudah memberikan berbagai aset semasa hidup Lina, termasuk rumah dan ruko. Hal itu membuatnya semakin heran mengapa persoalan warisan masih terus dipersoalkan.
“Sekarang tanya kalau taruhlah mohon maaf ya ini perselingkuhan kan biasanya tidak, tidak dapat itu saya kasih dua ruko sama rumah. Udah saya kasih sekalian semua tuh sama adiknya saya kasih rumah.”
Dalam proses persidangan, Sule juga mempertanyakan mengapa dirinya ikut digugat, padahal menurutnya permohonan itu hanya penetapan ahli waris.
“Logikanya kalau memang cuma mau menetapkan ahli waris, kata pengacaranya kan bukan ke objeknya, bukan ke objek harta dan bukan menggugat Sule-nya. Tapi saya kan bapaknya ya dong yang digugat anaknya. Dia bilang bukan menggugat tapi penetapan ahli waris. Oke ya silahkan monggo kalau memang ahli penetapan ahli waris.”
Ia juga menyoroti ketidakhadiran Teddy dalam sidang yang menurutnya menimbulkan tanda tanya.
“Nah, kenapa pada waktu disidang kalau memang benar mau menetapkan ahli, kenapa Teddy-nya tidak ada? Sudah datang tapi dia balik lagi. Kenapa?”
Saat ini, agenda sidang sudah memasuki tahap mediasi. Sule dan Teddy memiliki waktu hingga 30 hari ke depan untuk mencari jalan damai. Namun, Sule menegaskan ada syarat utama jika ingin menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Untuk saat ini kita santai aja kan tidak bakalan ke mana. Iya, santai aja. Kita lihat reaksi dari seberangnya seperti apa. Kalau ada itikad baik kita bisa secara kekeluargaan, tapi tetap hak anak saya harus dibalikkan. Yang 5 miliar itu ke mana?”
Ia kembali menegaskan bahwa pertanyaan itu wajar karena Teddy adalah orang yang hidup bersama Lina hingga akhir hayatnya.
“Masa kita mau nanyain ke orang lain sedangkan dia yang hidup dengan almarhumah itu selama hidup.”
Ketika ditanya soal kerugian lain, Sule menyebut kemungkinan masih ada aset lain yang ikut hilang, termasuk perhiasan bernilai miliaran rupiah.
“Ya mungkin ada lah cuman ya enggak tahulah cuman enggak tahulah kita enggak bisa memberatkan semuanya lah, ya itu perhiasan kan miliaran ngumpulin hasil dari uang saya, terus kemana perhiasan?”
Sule juga mengingatkan bahwa Lina pernah menitipkan uang tersebut khusus untuk Rizky Febian. Bahkan kos-kosan yang seharusnya atas nama sang anak kini menjadi pertanyaan besar.
“Itu kan sudah saya beberin, saya upload juga di SL Media bahwa almarhumah menitipkan uang 5 miliar itu untuk diberikan kepada yang haknya Iki. Seharusnya kos-kosan itu atas nama Iki. Pada waktu itu memang mau balik nama kata Pak Ecet. Tapi kenapa sekarang jadi dihak sama dia? Nah, itu ke mana? Balikan dulu.”
Di akhir, Sule menegaskan persoalan ahli waris ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga Pengadilan Agama, karena masih banyak aset yang belum jelas keberadaannya.
“Dan nanti pun ketika ahli waris mungkin di Pengadilan Agama juga akan dipertanyakan mana saja ya. Pengacaranya malah tidak tahu yang di safety box hartanya apa aja pengacaranya malah enggak tahu gimana ceritanya.”
Kasus ini masih bergulir, sementara publik menanti hasil mediasi dan kejelasan soal warisan Rizky Febian yang dipertanyakan Sule, mulai dari uang miliaran hingga perhiasan dan kos-kosan yang diduga raib.
(anf)
Load more