Siapa Gus Idris? Ulama Asal Malang yang Ogah Dituduh Lakukan Dugaan Pelecehan Seksual di Konten Sumpah Pocong
- Instagram/@gusidrisofficial
Tak ayal, Gus Idris dikenal sebagai tokoh muda dari Nahdlatul Ulama (NU) asal Desa Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang.
Adapun silsilah keluarga lainnya, Gus Idris mempunyai dua saudara, yakni Ning Hikmah dan Ning Nanda. Sementara, sang istri bernama Ning Hj. Kholifah.
Terkait latar belakang pendidikan formalnya, Gus Idris telah mengenyam ilmu pendidikan berupa ajaran agama Islam.
Di bangku SMP, Gus Idris bersekolah di SMP Riyadlul Qur'an. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA di Pakisaji.
Semasa SMA, Idris berhasil lulus dan mendapatkan predikat siswa terbaik. Hal ini membuat ia semakin semangat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Universitas Islam Raden Rahmad serta Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat (STIF) Alfarabi Kepanjen, Malang.
Selain itu, ia pernah mengenyam ilmu ajaran agama Islam di beberapa pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Miftahul Huda Mojosari, Pondok Pesantren Riyadlul Qur'an Ngasem, serta Pondok Pesantren Asyadily Sumber Pasir.
Ia pun menyabet sejumlah prestasi selama di masa pendidikan, mulai dari tingkat pondok hingga di bidang Al-Quran terutama di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tak heran, Gus Idris dikenal sebagai Khodimul Majelis Thoriul Jannah. Majelis tersebut kebetulan telah mempunyai ribuan jemaah yang menjadi kegiatan sholawat dan dzikir di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Sejak masih belajar khususnya di lingkungan pesantren, Gus Idris telah sibuk dengan kegiatan dakwah. Ia kerap kali menjadi penceramah di berbagai kampung, masjid, hingga tingkat desa.
Di balik itu, Gus Idris menjadi pemeran pengganti sang guru sekaligus ayahnya. Hal ini terjadi apabila orang tuanya berhalangan hadir kala berceramah ke luar negeri, seperti Taiwan, Makau, dan Hongkong.
Ia sangat mendepankan agar umat semakin mencintai dan menghafal Al-Quran. Selain itu, perjalanan dakwahnya juga mengajak umat Muslim khususnya para jemaah agar semakin dekat dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Ia juga begitu dekat dengan masyarakat hingga jemaah di Majelis Thoriqul Jannah. Ia sangat terbuka dan tidak pilah-pilih untuk mengisi ceramah baik dalam bentuk mewah maupun sederhana.
Load more