Suara Hati Ibu Angkat Al Ressa Rizky Rossano Tak Ditemui Denada saat ke Jakarta: dari WA Aja Gak Pernah
- Kolase Instagram/@@ressarossano__/@denadaindonesia & Tangkapan layar YouTube CumiCumi
Jakarta, tvOnenews.com - Ibu angkat Al Ressa Rizky Rossano akhirnya muncul ke ruang publik. Kemunculannya berbicara terkait gugatan kepada Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan.
Denada sendiri digugat perdata sebesar Rp7 miliar oleh Ressa Rizky Rossano ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara 288 sejak 28 November 2025.
Gugatan tersebut telah melalui dua kali proses mediasi. Namun Denada kembali mangkir sehingga persidangan di PN Banyuwangi, kembali tertunda dan dijadwalkan pada 22 Januari 2026.
Terbaru, bibi Denada Tambunan, Ratih Puspita Dewi mengungkap fakta terbaru. Ia kecewa lantaran sang penyanyi tidak pernah menemui keluarga pamannya saat berada di Jakarta.
"Saya di Jakarta, enggak pernah tanya karena lagi di mana, enggak pernah," kata Ratih dilansir dari Cumicumi, Selasa (20/1/2026).
Denada Tidak Menemui Keluarga Dino Rossano Hansa di Jakarta

- Tangkapan layar YouTube CumiCumi
Lebih lanjut, Mama Ratih sapaan akrabnya merasa heran dengan sikap keponakannya. Setiap keluarga besarnya di Jakarta, Denada selalu menghiraukan kedatangannya.
Bagi Mama Ratih, keputusan Denada menunjukkan sikap sebagai keponakan tidak etis. Hal itu sama saja memutus komunikasi dengan keluarga besar adik kandung ibunya, almarhumah Emilia Contessa.
"Mestinya saya ngerawat yo gimana gitu, enggak pernah datang ke saya, dari WA aja nggak pernah," ucap Mama Ratih dengan suara bergetar.
Getaran hati Mama Ratih selaras dengan penjelasan kuasa hukum Ressa, Ronald Armada. Saat berbicara kepada wartawan melalui zoom, Ronald menceritakan kisah pahit pernah dialami keluarga Dino.
Sebelumnya, Ronald menyampaikan bahwa, keluarga orang tuanya tidak pernah ditemui Denada. Padahal mereka sedang membawa Ressa untuk menyelesaikan perkara tersebut.
"Itu kita datang ke Jakarta saja tidak ditemui," kata Ronald.

- Kolase tvOne/Happy Oktavia, Istimewa, Instagram/@denadaindonesia
Ronald mengatakan, kedua orang tuanya dan Ressa pernah disuruh menunggu oleh asisten rumah tangga (ART) Denada. Mereka pun terus menanti kehadiran Denada selama 3,5 jam dua hari berturut-turut.
"Si penggugat ini berdiri di depan rumahnya Denada, itu hanya dibukakan pintu oleh ART-nya sekitar 15 centimeter," tutur Ronald.
Sayangnya pintu rumah Denada tidak dibuka lebar. Ironisnya, rapper ternama tersebut sama sekali enggan melihat keluarga pamannya maupun Ressa.
Kedatangan Dino, Mama Ratih, dan Ressa bukan menuntut uang. kala itu, mereka hanya menyelesaikan dugaan penelantaran anak secara kekeluargaan.
"Bilang disuruh menunggu, tapi tidak pernah diminta duduk, di ruang tamunya aja tidak pernah," tambah Ronald.
Ronald yang juga sebagai kuasa hukum Ressa tidak menyangka pihak Denada membuat pernyataan mengejutkan. Komunikasi sang penyanyi dengan keluarga pamannya dinilai masih terjalin baik.
Selain tidak mau menemui keluarga Dino dan Ressa, Denada juga memutus komunikasi. Hal ini menyebabkan Dino dan Mama Ratih sebagai penggugat ke PN Banyuwangi sejak 28 November 2025.
"Nomor diblokir. Padahal diberitahukan bahwa, om datang," sesal Ronald kepada Denada.
Sementara, Ressa yang mendampingi Mama Ratih turut mendukung upaya ibu dan ayah angkatnya. Walau masih memiliki hubungan keluarga, tetapi mereka memperjuangkan dirinya mendapatkan hak dan pertanggungjawaban dari Denada.
Ressa mengakui, sebenarnya tidak muluk-muluk meminta hal-hal aneh lainnya. Ia minimal hanya ingin mendapat pengakuan sebagai anak biologis Denada.
"Dari aku sendiri sih oke (jika Denada mendatangi dan mengakui Ressa sebagai anak biologis). Tapi kan harus dari pengadilan resmi untuk aku kebutuhan diakui (sebagai anak kandung)," ucap Ressa Rizky Rossano.
Ia menegaskan, gugatan perdata atas dugaan penelantaran anak bukan semata-mata meminta ganti rugi Rp7 miliar. Apalagi banyak netizen menuding kemunculannya memanfaatkan kesempatan agar nama Denada dipandang negatif di ruang publik.
"Bukan mau pansos, bukan. Nggak ada itu, jauh banget. Saya hanya ingin ada pengakuan karena selama ini saya mencari tahu sendiri," tegasnya.
Pemuda asal Banyuwangi itu mengaku sakit hati ditelantarkan selama 24 tahun. Menurutnya, kehidupannya telah diwarnai penderitaan sejak dirinya baru dilahirkan diduga oleh sosok Denada.
"Bayarannya (rasa sakit). Dari aku sendiri hanya itu mendapat pengakuan, tetapi dari pengadilan juga harus terlaksana, secara tertulis," ujar pemuda berusia 24 tahun itu.
(hap)
Load more