News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

17 Hari Baru Ditemukan, Anak Indigo Sebut Kendala Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet Tertutup Alam Gaib

Syafiq Ali ditemukan meninggal di Gunung Slamet setelah 17 hari hilang. Anak indigo sebut pencarian sulit karena tertutup alam gaib di sekitar lokasi.
Kamis, 15 Januari 2026 - 18:14 WIB
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Kasus hilangnya pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet akhirnya berakhir pilu.

Setelah dinyatakan hilang selama 17 hari, remaja asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, itu ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik penemuan jasadnya, muncul berbagai kisah dan kejanggalan yang membuat publik heran, termasuk pengakuan seorang anak indigo yang menyebut pencarian Syafiq sempat “tertutup oleh alam gaib.”

Syafiq sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama rekannya Himawan melalui jalur Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).

Keduanya mendaki dengan kondisi cuaca ekstrem, di mana kabut tebal dan suhu dingin melanda kawasan puncak.

Saat tiba di Pos 5, Himawan mengalami kram kaki dan memutuskan berhenti untuk beristirahat, sementara Syafiq turun sendirian untuk mencari bantuan.

Sejak saat itu, Syafiq tak pernah kembali. Kontak antara keduanya terputus, dan Syafiq dinyatakan hilang.

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian jenazah pendaki Syafiq Ali dari basecamp jalur Dipajaya, Gunung Slamet
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian jenazah pendaki Syafiq Ali dari basecamp jalur Dipajaya, Gunung Slamet
Sumber :
  • Basarnas Semarang

Himawan sempat bertahan hingga ke Pos 9, sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR pada 30 Desember.

Pencarian besar-besaran dilakukan oleh tim gabungan dari SAR, Wanadri, BPBD Pemalang, relawan gunung, serta warga sekitar.

Jalur pendakian disisir hingga radius beberapa kilometer dari Pos 5 hingga ke puncak. Namun, hasilnya nihil selama dua minggu lebih.

Hingga akhirnya, jasad Syafiq ditemukan di lereng berbatu tak jauh dari jalur utama pendakian, wilayah yang sebenarnya sudah berkali-kali dilalui oleh para relawan.

Salah satu relawan, Amrul, mengaku heran dengan hasil pencarian. Menurutnya, lokasi ditemukannya jasad Syafiq sebenarnya sudah berulang kali dilewati tim penyelamat, namun korban sama sekali tidak terlihat sebelumnya.

“Dari hari kedua sampai hari ke-17 itu tidak ditemukan, padahal area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujar Amrul kepada media.

Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan bagaimana jasad Syafiq bisa “muncul” di area yang sebelumnya dilewati.

Menurut keterangan tim di lapangan, Syafiq ditemukan dalam posisi terlentang di antara bebatuan, dengan jaket dan celana pendek yang masih melekat di tubuhnya.

Celana panjang dan perlengkapan lain seperti sepatu, dompet, dan ponsel ditemukan terpisah di sekitar lokasi.

Kisah lain yang mencuri perhatian datang dari seorang anak indigo dalam pencarian.

Menurut Amrul, anak indigo tersebut didatangkan dari Kabupaten Cilacap untuk membantu menemukan keberadaan Syafiq.

“Saya bersama tim relawan independen dan anak indigo ditugaskan di Pos 9, tapi tidak sampai ke lokasi ditemukannya jasad Syafiq,” ungkapnya.

Anak indigo itu disebut merasakan energi ganjil di sekitar jalur pencarian dan menyebut bahwa keberadaan korban sempat tertutup oleh alam gaib.

“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat,” tambah Amrul.

Syafiq ditemukan pada area tebing kawah Gunung Slamet, hanya sekitar 50 meter dari puncak.

Lokasi tersebut merupakan salah satu titik paling berbahaya karena medan curam dan sering tertutup kabut pekat.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengonfirmasi bahwa jasad Syafiq ditemukan dalam posisi terbaring dan telah meninggal dunia.

“Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah, dalam posisi terbaring. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran,” jelas Catur kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak SAR Wanadri menduga penyebab kematian Syafiq adalah hipotermia.

Kondisi suhu ekstrem di atas 3.000 mdpl membuat pendaki mudah kehilangan kesadaran jika tidak memiliki perlindungan dan energi cukup. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kesaksian Relawan Saat Cari Syafiq Ali di Tengah Ganasnya Gunung Slamet, Ungkap Temukan Hal Aneh Ini

Kesaksian Relawan Saat Cari Syafiq Ali di Tengah Ganasnya Gunung Slamet, Ungkap Temukan Hal Aneh Ini

Seorang relawan mengungkap keanehan selama proses pencarian Syafiq Ali (18) yang hilang ketika mendaki Gunung Slamet. Jenazah baru ditemukan setelah 17 hari.
Pengakuan Guru SMK di Jambi yang Dikeroyok Puluhan Siswa, Ternyata Berawal dari Kata-kata Ini

Pengakuan Guru SMK di Jambi yang Dikeroyok Puluhan Siswa, Ternyata Berawal dari Kata-kata Ini

Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi buka suara soal video viral pengeroyokan dirinya oleh puluhan siswa. Begini kronologi lengkapnya..
Warga Nilai Tak Butuh JPO Sarinah, Halte Transjakarta MH Thamrin Masih Ramah Disabilitas

Warga Nilai Tak Butuh JPO Sarinah, Halte Transjakarta MH Thamrin Masih Ramah Disabilitas

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Mall Sarinah, Jakarta Pusat, kembali dibangun atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Polri Cium Ada Kecurangan di Kasus Gagal Bayar DSI, Dana Lender Diduga Dialihkan ke Perusahaan Terafiliasi

Polri Cium Ada Kecurangan di Kasus Gagal Bayar DSI, Dana Lender Diduga Dialihkan ke Perusahaan Terafiliasi

Bareskrim Polri menemukan adanya dugaan praktik kecurangan dalam kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Penyebaran penyakit kusta di Indoneia mulai terbilang mengkhawatirkan dengan menduduki peringkat ke-3 di dunia jumlah penderitanya.
Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Penyebaran penyakit kusta di Indoneia mulai terbilang mengkhawatirkan dengan menduduki peringkat ke-3 di dunia jumlah penderitanya.

Trending

Isu Child Grooming Mengkhawatirkan, DPR Bakal Gelar Rapat Khusus

Isu Child Grooming Mengkhawatirkan, DPR Bakal Gelar Rapat Khusus

Fenomena child grooming yang belakangan ramai di media sosial akhirnya masuk radar DPR RI.
Apa Kabar Bio Paulin? Dulu Jadi Bek Tangguh, Kini Jadi Sorotan karena Tim Asuhannya Pegang Rekor Clean Sheet

Apa Kabar Bio Paulin? Dulu Jadi Bek Tangguh, Kini Jadi Sorotan karena Tim Asuhannya Pegang Rekor Clean Sheet

Jadi simbol kejayaan Persipura Jayapura di masa keemasannya, setelah lama gantung sepatu, bagaimana kabar dan kesibukan Bio Paulin saat ini?
3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara Kamis (15/1/2026).
Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Syafiq Ali diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).
Selamat dari Pendakian di Gunung Slamet, Himawan Bikin Netizen Geram karena Jawabannya Berubah-ubah

Selamat dari Pendakian di Gunung Slamet, Himawan Bikin Netizen Geram karena Jawabannya Berubah-ubah

Usai viral kabar penemuan jasad Syafiq Ali kemarin, netizen mulai menyoroti jawabannya Himawan yang berubah-ubah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT