News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Terbaru Penemuan Syafiq Ali di Gunung Slamet, Diduga Meninggal Beberapa Hari Sebelum Ditemukan

Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet diduga meninggal 4-5 hari sebelum ditemukan relawan. di tebing kawah. Penyebab kematian Syafiq diduga karena alami hipotermia.
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:17 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian jenazah pendaki Syafiq Ali dari basecamp jalur Dipajaya, Gunung Slamet
Sumber :
  • Basarnas Semarang

tvOnenews.com - Kasus hilangnya pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet akhirnya menemukan titik terang setelah pencarian panjang selama 17 hari.

Pendaki berusia 18 tahun asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang itu ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fakta terbaru dari tim SAR dan relawan di lapangan, Syafiq diduga baru meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan, meski sudah hilang lebih dari dua minggu.

Gunung Slamet dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, dengan ketinggian mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung ini memiliki jalur pendakian yang menantang, salah satunya melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, tempat Syafiq dan rekannya, Himawan, memulai pendakian pada Sabtu (30/12/2025).

Menurut keterangan Himawan, keduanya sempat beristirahat di Pos 5. Saat itu, Himawan mengalami kram kaki sehingga kesulitan melanjutkan pendakian.

Syafiq kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari pertolongan dan meminta Himawan menunggu.

Namun, setelah berjam-jam berlalu, Syafiq tidak pernah kembali. Sejak itulah komunikasi terputus dan Syafiq dinyatakan hilang.

Pencarian dilakukan besar-besaran oleh tim SAR gabungan, Wanadri, BPBD Pemalang, dan relawan independen.

Mereka menelusuri area pendakian dari Pos 5 hingga kawasan puncak, termasuk jalur berbatu dan tebing curam yang sulit dijangkau.

Namun, upaya pencarian selama dua pekan awal tidak membuahkan hasil hingga akhirnya jasad Syafiq ditemukan di hari ke-17 pencarian.

1. Syafiq Diduga Meninggal 4-5 Hari Sebelum Ditemukan

Upaya Pencarian Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet
Upaya Pencarian Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet
Sumber :
  • BPBD Pemalang

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan bahwa berdasarkan kondisi jasad dan barang-barang di sekitar lokasi, korban diduga baru meninggal dunia empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Syafiq sempat bertahan hidup cukup lama di gunung sebelum akhirnya kelelahan dan kehilangan nyawa.

“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya,” kata Arie Affandi kepada wartawan.

“Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari sebelum ditemukan. Kondisi tubuh korban masih cukup baik,” lanjutnya.

Kondisi jasad Syafiq yang masih utuh dan tidak membusuk parah menunjukkan bahwa kematiannya tidak terjadi 17 hari lalu, melainkan baru beberapa hari terakhir sebelum ditemukan.

2. Diduga Alami Hipotermia

Tim SAR menduga penyebab kematian Syafiq adalah hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis akibat cuaca dingin di ketinggian ekstrem.

Dugaan ini diperkuat dengan temuan pakaian korban yang tidak lengkap dan beberapa perlengkapan yang tercecer.

“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi,” jelas Arie.

Fenomena membuka pakaian saat hipotermia berat dikenal dengan istilah paradoxical undressing.

Penderita merasa panas berlebihan padahal suhu tubuhnya sebenarnya turun ekstrem. Kondisi ini umum terjadi pada korban hipotermia berat di pegunungan.

Selain itu, kondisi Gunung Slamet yang sering diguyur hujan, diselimuti kabut tebal, serta memiliki suhu ekstrem di atas 2.500 mdpl memperbesar risiko hipotermia, terutama bagi pendaki tanpa perlengkapan yang memadai.

3. Ditemukan di Tebing Kawah Dekat Puncak

Fakta lain yang terungkap adalah lokasi penemuan jasad Syafiq.

Menurut Catur Budi Fajar Sumarmo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Syafiq ditemukan di tebing kawah Gunung Slamet, hanya sekitar 50 meter dari puncak.

“Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah. Dalam posisi terbaring, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran,” ujar Catur kepada wartawan di Pemkot Magelang, dilansir dari detikJateng.

Kondisi medan yang curam dan licin membuat proses evakuasi berjalan sulit.

Tim SAR harus berhati-hati menurunkan jasad korban karena risiko longsor dan kabut pekat.

Penemuan Syafiq menimbulkan perdebatan di kalangan relawan karena area tempat korban ditemukan dikabarkan telah disisir berkali-kali dalam pencarian sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kondisi cuaca ekstrem dan medan sulit diyakini menjadi faktor utama yang menghambat tim dalam menemukan korban lebih awal.

Saat ditemukan, Syafiq masih mengenakan jaket dan celana pendek, sedangkan sepatu, senter, dan dompetnya tergeletak tidak jauh dari lokasi. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kesaksian Relawan Saat Cari Syafiq Ali di Tengah Ganasnya Gunung Slamet, Ungkap Temukan Hal Aneh Ini

Kesaksian Relawan Saat Cari Syafiq Ali di Tengah Ganasnya Gunung Slamet, Ungkap Temukan Hal Aneh Ini

Seorang relawan mengungkap keanehan selama proses pencarian Syafiq Ali (18) yang hilang ketika mendaki Gunung Slamet. Jenazah baru ditemukan setelah 17 hari.
Pengakuan Guru SMK di Jambi yang Dikeroyok Puluhan Siswa, Ternyata Berawal dari Kata-kata Ini

Pengakuan Guru SMK di Jambi yang Dikeroyok Puluhan Siswa, Ternyata Berawal dari Kata-kata Ini

Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi buka suara soal video viral pengeroyokan dirinya oleh puluhan siswa. Begini kronologi lengkapnya..
Warga Nilai Tak Butuh JPO Sarinah, Halte Transjakarta MH Thamrin Masih Ramah Disabilitas

Warga Nilai Tak Butuh JPO Sarinah, Halte Transjakarta MH Thamrin Masih Ramah Disabilitas

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Mall Sarinah, Jakarta Pusat, kembali dibangun atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Polri Cium Ada Kecurangan di Kasus Gagal Bayar DSI, Dana Lender Diduga Dialihkan ke Perusahaan Terafiliasi

Polri Cium Ada Kecurangan di Kasus Gagal Bayar DSI, Dana Lender Diduga Dialihkan ke Perusahaan Terafiliasi

Bareskrim Polri menemukan adanya dugaan praktik kecurangan dalam kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Penyebaran penyakit kusta di Indoneia mulai terbilang mengkhawatirkan dengan menduduki peringkat ke-3 di dunia jumlah penderitanya.
Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Gawat Indonesia Masuk Peringkat ke-3 Dunia Soal Penyebaran Kusta, Duta Kehormatan WHO Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Penyebaran penyakit kusta di Indoneia mulai terbilang mengkhawatirkan dengan menduduki peringkat ke-3 di dunia jumlah penderitanya.

Trending

Isu Child Grooming Mengkhawatirkan, DPR Bakal Gelar Rapat Khusus

Isu Child Grooming Mengkhawatirkan, DPR Bakal Gelar Rapat Khusus

Fenomena child grooming yang belakangan ramai di media sosial akhirnya masuk radar DPR RI.
Apa Kabar Bio Paulin? Dulu Jadi Bek Tangguh, Kini Jadi Sorotan karena Tim Asuhannya Pegang Rekor Clean Sheet

Apa Kabar Bio Paulin? Dulu Jadi Bek Tangguh, Kini Jadi Sorotan karena Tim Asuhannya Pegang Rekor Clean Sheet

Jadi simbol kejayaan Persipura Jayapura di masa keemasannya, setelah lama gantung sepatu, bagaimana kabar dan kesibukan Bio Paulin saat ini?
3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara Kamis (15/1/2026).
Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Syafiq Ali diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).
Selamat dari Pendakian di Gunung Slamet, Himawan Bikin Netizen Geram karena Jawabannya Berubah-ubah

Selamat dari Pendakian di Gunung Slamet, Himawan Bikin Netizen Geram karena Jawabannya Berubah-ubah

Usai viral kabar penemuan jasad Syafiq Ali kemarin, netizen mulai menyoroti jawabannya Himawan yang berubah-ubah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT