Tak Disangka, Netizen Bongkar Fakta Baru soal Masa Muda Denada Imbas Digugat Ressa Rizky Rossano
- Instagram/denadaindonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Nama penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan menuai sorotan publik. Berbagai asumsi liar terus bermunculan setelah sang penyanyi digugat pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano.
Al Ressa Rizky Rossano sebelumnya muncul didampingi tim kuasa hukumnya. Ia resmi melayangkan gugatan perdata sebesar Rp7 miliar kepada Denada Tambunan akibat dugaan penelantaran anak kandung.
Netizen pun mencari kebenaran terkait pengakuan Al Ressa Rizky Rossano sebagai anak biologis Denada. Tak sedikit dari mereka, juga mencari informasi mengenai rekam jejak masa lalu sang rapper.
Salah satu komentar menjadi pusat perhatian dari komentar netizen yang mengungkap kisah masa muda Denada. Spekulasi tersebut mulanya dibagikan oleh Instagram @gosip_danu, kemudian diulas oleh Cumicumi.
"Pas masih di SMA 3 Jakarta hamil," tulis akun bernama Danielle Woro Prabandari dilansir dari Cumicumi, Selasa (13/1/2026).
Mengacu dari profil pribadinya, Denada memiliki nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan. Sang artis lahir pada 19 Desember 1978.
Secara data, Denada pernah menempuh pendidikan di SMAN 3 Jakarta. Hal ini mengingat sekolah tersebut merupakan SMA Negeri ternama di Ibu Kota.
Dalam tangkapan layar tersebut, Danielle menyebutkan penyanyi berusia 47 tahun itu hamil saat masih duduk di bangku SMA. Kemudian, Denada sempat berpindah ke Australia.
"Dipindahin (almarhumah Emilia Contessa) ibunya ke Australia sampai lahiran," terangnya.
Al Ressa Rizky Rossano Dibawa ke Banyuwangi

- tvOne - Happy Oktavia
Kata netizen itu, setelah Denada diduga melahirkan, bayi yang baru lahir langsung diboyong oleh mendiang sang ibu. Bayi tersebut diduga adalah sosok Ressa Rizky.
"Diambil Emilia Contessa dibawa ke Banyuwangi," imbuhnya.
Hal ini selaras dengan penjelasan dari kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yulianto setelah menggugat Denada. Firdaus mengatakan bahwa, Ressa telah dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi sejak lahir.
Ia mengatakan setelah proses lahiran beres, Denada kemudian melanjutkan pendidikannya. Pada saat itu, wanita kelahiran 19 Desember 1978 itu sudah terjun ke dunia industri musik.
Alih-alih mempertahankan industri musik, Denada pilih mengutamakan pendidikannya sehingga berlanjut di Australia.
"Denada lanjutin sekolah (di Australia), sampai balik ke Indo menjadi penyanyi rap dan RnB dengan status publik single," jelasnya.
Ia menegaskan cerita tersebut bukan hanya pendapat semata. Ia memberikan disclaimer mengenai pengetahuannya tentang Denada karena didapatkan dari rekan sekolah sang artis.
Awal Mula Denada Digugat Ressa Rizky Rossano
Sebelumnya, Ressa Rizky Rossano muncul ke ruang publik. Ia yang didampingi kuasa hukumnya menggugat Denada ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur.
Motif gugatan Ressa terhadap Denada atas dugaan penelantaran anak kandung. Sementara, gugatan secara perdata tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara 288 sejak 26 November 2025.
Firdaus Yulianto, kuasa hukum Ressa menjelaskan tujuan Ressa menggugat Denada. Pemuda asal Banyuwangi itu ingin meminta pertanggungjawabban diduga telah ditelantarkan selama 24 tahun.
"Kami mendapatkan kuasa untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas nama inisial D. Kami ingin memperjuangkan hak-haknya sebagai anak kandung agar bisa dipenuhi melalui gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi," ungkap Firdaus kepada tvOnenews.com, Kamis (8/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Ressa sedikit menceritakan kehidupannya tidak seberuntung Denada. Ia harus hidup di bawah keterbatasan ekonomi.
Ressa mengaku pernah bertemu dengan Denada. Kala itu, ia masih merasa sebagai adik sepupu sehingga menyebut sang artis "mbak" atau "kakak".
Pemuda berusia 24 tahun itu juga sering makan satu kali sehari. Bahkan ia gagal melanjutkan pendidikan tingginya karena hanya bertahan sampai semester 4 di kampus swasta di Banyuwangi.
Ressa saat ini hanya bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam. Mirisnya, ia tinggal di sebuah rumah yang dulunya bekas gudang di Jalan Gajahmada, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara, kuasa hukum Ressa lainnya, Ronald Armada mengungkapkan, kondisi hidup Ressa semakin memilukan. Hal itu terjadi setelah almarhumah ibu Denada, Emilia Contessa wafat pada awal 2025.
Ronald menyampaikan sosok yang merawat Ressa sejak bayi dari keluarga adik mendiang Emilia Contessa, Dino Rossano Hansa.
Ronald menyayangkan sikap Denada. Sang penyanyi dinilai tak sedikit pun membantu perekonomian Dino sebagai upaya memberikan nafkah kepada Ressa.
Ia mengatakan, keluarga Dino sering mendapat tekanan. Terakhir kali, istri dari adik kandung mendiang Emilia itu mengalami sakit secara psikis.
"Saya lihat secara psikis dan mental dari ibu saya itu sudah betul-betul sudah hampir pingsan, sampai jatuh sakit gara-gara peristiwa yang melatar belakangi saya mengajukan gugatan sampai sekarang," jelas Ronald.
Ronald mengatakan, Ressa masih memiliki itikad baik. Pemuda asal Banyuwangi itu bahkan siap menjalani tes DNA sebagai pembuktian dirinya anak biologis Denada.
"Yang jelas kami tidak akan mengajukan gugatan tanpa bukti yang kuat," tegasnya.
Reaksi Pihak Denada Tambunan

- Instagram @denadaindonesia
Kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal menyampaikan, kondisi kliennya masih tampil santai. Pihaknya masih mencerna gugatan yang dilayangkan kepada Denada.
Sementara, manajemen Denada, Risna Ories ikut buka suara menanggapi polemik yang terjadi saat ini. Ia mengatakan, Denada kini sedang mempelajari proses hukum yang sedang berjalan.
Risna menyayangkan adanya gugatan tersebut tidak seharusnya menjadi konsumsi publik. Menurutnya, permasalahan yang dialami hanya berada di lingkungan keluarga.
"Namun agar tidak bergulir terlalu berlebihan, kami sampaikan bahwa saat ini Denada dan tim hukum sedang mempelajari dan menelaah secara cermat yang berkaitan dengan gugatan sebagai bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama," kata Risna Ories.
(hap)
Load more