News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Klarifikasi Kuburan Band soal Lagu Viral 'Tak Diberi Tulang Lagi' Dinilai Sindir Slank, Menduga Buatan AI

Vokalis Kuburan Band, Resa Rizkyan membantah rilis judul lagu viral "Tak Diberi Tulang Lagi" yang diduga menyindir Slank setelah rilis lagu Republik Fufufafa.
Senin, 5 Januari 2026 - 19:09 WIB
Kuburan Band
Sumber :
  • Instagram/@bandkuburan

Jakarta, tvOnenews.com - Pengguna media sosial dihebohkan dengan dugaan lagu menyindir grup band Slank. Publik menduga judul lagu viral "Tak Diberi Tulang Lagi" adalah milik grup Kuburan Band.

Judul lagu diduga milik Kuburan Band tersebut muncul setelah Slank membuat lagu mengkritik pemerintah. Judul lagu baru buatan Slank bertajuk "Republik Fufufafa".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuburan Band membantah telah merilis lagu Tak Diberi Tulang Lagi. Hal ini langsung diungkap oleh vokalis Kuburan Band, Resa Rizkyan melalui kolom komentar unggahan Instagram miliknya.

"Boleh bantu viralkan lagu baru Kuburan yang berjudul AJENG. Bukan lagu yang viral di TikTok," ungkap Resa dikutip tvOnenews.com, Senin (5/1/2026).

Lagu Tak Diberi Tulang Lagi Hoaks

Lagu Tak Diberi Tulang Lagi yang viral karena menyindir Slank diduga milik Kuburan Band
Lagu Tak Diberi Tulang Lagi yang viral karena menyindir Slank diduga milik Kuburan Band
Sumber :
  • Istimewa

Lanjut Resa, Kuburan Band saat ini tengah memfokuskan judul lagu barunya "AJENG". Pihaknya merilis judul lagu tersebut genap berusia 24 tahun.

Kuburan Band sendiri merilis judul lagu AJENG pada 11 September 2025. Single terbaru ini sebagai bentuk Renungan Jenaka namun memiliki makna setiap yang muda akan menjadi tua.

Sementara lagu seolah menyindir Slank yang merebak di media sosial bukanlah milik Kuburan Band. Resa menegaskan, hal tersebut sudah hoaks dan kebenarannya tidak dipertanggungjawabkan pihaknya.

Resa berharap agar masyarakat menelaah berita dengan bijak. Lagu diduga menyindir Slank tersebut merupakan hasil kreasi kecerdasan dari artificial intelligence (AI).

"Yang hoax, karena itu lagu AI," tegas Resa.

Kronologi Kuburan Band Diduga Sindir Slank

Publik Soroti Rilis Single Terbaru Slank, Kaka Nyanyikan Republik Fufufafa: Sakau Kuasa, Sakau Narkoba
Publik Soroti Rilis Single Terbaru Slank, Kaka Nyanyikan Republik Fufufafa: Sakau Kuasa, Sakau Narkoba
Sumber :
  • istimewa

Kemunculan lagu kontroversi tersebut berawal dari Slank merilis sebuah lagu di akhir tahun 2025. Lagu tersebut dinilai menyindir pemerintah karena bertajuk Republik Fufufafa.

Bagi Bimbim cs, karya judul lagu tersebut sebagai momentum terbaik untuk Slank hadir menjadi band yang mengkritisi keadaan situasi sosial dan politik saat ini.

Hal ini mengingat citra Slank menjadi salah satu band legendaris dikenal mengkritisi kondisi sosial-politik pada era 1990-an hingga 2000-an.

Belum lama merilis lagu tersebut, Slank mendapat sindiran keras lewat sebuah lagu berjudul Tak Diberi Tulang Lagi. Bagian lirik lagu tersebut terang-terangan menyebut "Slank".

Makna lirik lagu Tak Diberi Tulang Lagi sangat dalam. Dalam lagu tersebut mempertanyakan konsistensi Slank dalam urusan memberikan kritik terhadap kekuasaan.

Dari lirik tersebut, publik tentunya sangat heboh. Mereka mempertanyakan siapa penyanyi atau grup band merilis karya tersebut.

Lagu buatan AI tersebut karena menggunakan gaya musikalitas bergenre hip hop. Genre ini hampir serupa dengan identitas genre Kuburan Band menggunakan gaya rock.

Seiringnya waktu, publik mulai berubah pikiran. Selaras dengan pernyataan Resa, bahwa gaya dan kualitas lagu Tak Diberi Tulang Lagi sangat berbeda dengan Kuburan Band.

Menurut warganet, produksi audio karya lagu tersebut sangat kontras dengan AI. Kemunculan judul lagu itu dianggap produk memanipulasi melalui basis teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lagi pula, Kuburan Band sedang fokus ke single terbarunya berjudul AJENG. Bahkan grup band legendaris itu juga tidak mendaftarkan lagu sindiran untuk Slank tersebut ke dalam berbagai katalog resminya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT