Kondisi Mental Penyanyi Cilik Farel Prayoga Diawasi Komnas PA, di Tengah Konflik Manajer vs Ayah
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @farelprayoga.real / TikTok @fareluniverse
tvOnenews.com — Kondisi mental Farel Prayoga menjadi sorotan di tengah polemik uang antara manajer dan keluarga Farel kembali mencuat ke ruang publik.
Banyak pihak menaruh perhatian pada dampak psikologis yang berpotensi dialami penyanyi cilik tersebut akibat tekanan popularitas dan konflik yang terbuka.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Hagistio Pradika menegaskan bahwa aspek kesehatan mental anak menjadi perhatian utama lembaganya.
- Instagram @rais_simpson
Ia menyebut Farel berada dalam situasi tekanan publik yang cukup tinggi, mengingat statusnya sebagai figur publik di usia dini.
Menurut Hagistio, popularitas yang datang terlalu cepat dapat memengaruhi kondisi psikis anak apabila tidak disertai pendampingan yang memadai, terlebih ketika dibarengi konflik keluarga yang terekspos ke publik.
“Anak dalam posisi seperti ini sangat membutuhkan pendampingan psikologis yang konsisten,” ujar Hagistio, dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, tekanan mental pada anak tidak selalu tampak secara kasat mata. Gejalanya bisa muncul dalam bentuk perubahan perilaku, emosi yang tidak stabil, hingga menurunnya motivasi belajar dan aktivitas sehari-hari.
Hagistio menilai penting adanya ruang aman bagi Farel. Lingkungan keluarga, manajemen, hingga orang-orang terdekat disebut memiliki peran krusial dalam menjaga kestabilan emosional anak.
Dalam penilaiannya, Komnas PA menyebut kondisi Farel saat ini masih tergolong relatif stabil. Meski demikian, pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkala karena situasi yang dihadapi bersifat dinamis.
“Secara umum kondisinya masih terkendali, tetapi tetap harus diawasi karena situasinya dinamis,” kata Hagistio.
Komnas PA juga mengingatkan agar anak tidak dijadikan objek konflik orang dewasa. Permasalahan keluarga, menurutnya, semestinya tidak dibebankan kepada anak, apalagi dipertontonkan di ruang publik.
- Kolase Instagram/@farelprayoga.real & TikTok/@fareluniverse
Lembaga tersebut menilai keterlibatan anak dalam polemik berkepanjangan berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang yang dapat memengaruhi perkembangan kepribadian di masa depan.
Untuk itu, Komnas PA mendorong adanya pendampingan psikolog profesional agar anak dapat mengekspresikan perasaannya secara sehat dan terlindungi.
Load more