Ironi Patrick Kluivert: Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Curacao Justru Pestapora, Selangkah Lagi Tembus Amerika 2026
- REUTERS/Stringer
tvOnenews.com - Timnas Indonesia harus kembali mengubur mimpinya untuk berlaga di Piala Dunia usai takluk dua kali melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4. Ada apa dengan Patrick Kluivert?
Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi publik sepak bola Tanah Air. Harapan yang sempat membumbung tinggi usai tampil impresif di babak awal kualifikasi pupus setelah skuad Garuda tumbang dari dua lawan berat, Arab Saudi dan Irak, di putaran keempat.
Dua kekalahan tersebut sekaligus menutup peluang Indonesia menorehkan sejarah baru tampil di ajang sepak bola terbesar dunia. Patrick Kluivert, pelatih yang digadang membawa semangat baru usai era Shin Tae-yong, kini berada di bawah sorotan tajam.
Permainan yang tak konsisten dan lemahnya koordinasi tim menjadi alasan utama tersingkirnya Indonesia lebih cepat dari impian menuju Piala Dunia.
Ironisnya, di saat Kluivert tengah menghadapi tekanan besar dari publik Indonesia, mantan tim yang pernah ia tangani, Curacao, justru tampil luar biasa dan kini selangkah lagi menuju Piala Dunia 2026.
Melansir dari berbagai sumber, negara kecil di Kepulauan Karibia itu kini menorehkan sejarah dengan duduk di puncak klasemen Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF. Diasuh oleh pelatih berpengalaman Dick Advocaat, Curacao unggul atas negara-negara kuat di kawasan seperti Jamaika, Trinidad and Tobago, dan Bermuda.

- Instagram @oleromeny
Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka mencatat hasil gemilang—menang atas Bermuda (3-2), menahan Trinidad and Tobago (0-0), dan membungkam Jamaika dengan skor 2-0.
Dengan torehan 7 poin, Curacao kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kebangkitan Curacao menjadi kontras mencolok dibandingkan kondisi Timnas Indonesia. Padahal, Curacao pernah berada dalam situasi serupa ketika ditangani Patrick Kluivert pada periode 2015 dan sempat kembali di 2021.
Saat itu, Curacao tampil buruk dan gagal melaju di Kualifikasi Piala Dunia 2018 setelah kalah dari El Salvador dengan agregat 2-0. Kluivert bahkan mengundurkan diri pada 10 September 2015 usai gagal total membawa Curacao bersinar di level internasional.
Meski sempat kembali memimpin tim pada 2021, performa Curacao tetap tak membaik, dalam enam laga, mereka hanya meraih satu kemenangan, dua kali imbang, dan tiga kekalahan.
Tak lama kemudian, posisinya digantikan oleh Art Langeler, sebelum akhirnya tongkat estafet berpindah ke tangan Dick Advocaat pada awal 2024.
Kehadiran Advocaat mantan pelatih Belanda, Zenit, dan Rangers, memberikan dampak instan bagi Curacao. Gaya bermain mereka kini lebih disiplin dan terorganisasi.
Meski sempat gagal di Piala Emas 2025 usai finis ketiga di Grup B, Advocaat berhasil membangun fondasi kuat untuk menghadapi kualifikasi berikutnya.
Hampir seluruh pemain Curacao berkarier di kompetisi Eropa, termasuk Gervane Kastaneer, striker Persis Solo yang kini menjadi bagian penting dalam skuad Advocaat.

- Instagram @dennylandzaat
Jika berhasil lolos, Kastaneer akan menjadi pemain pertama dari Super League Indonesia yang tampil di Piala Dunia, sebuah pencapaian historis bukan hanya bagi Curacao, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia.
Sementara itu, Indonesia kini berada di titik balik penting usai tersingkir di babak keempat kualifikasi Asia. Beberapa legenda sepak bola nasional menyerukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya terhadap Patrick Kluivert, tetapi juga struktur pembinaan pemain dan arah jangka panjang timnas.
Publik sepak bola Tanah Air kini berharap federasi mampu belajar dari negara kecil seperti Curacao, yang dengan strategi jelas dan pelatih tepat bisa selangkah lebih maju menembus panggung dunia.
Kisah kontras antara Curacao dan Indonesia ini menjadi ironi bagi Kluivert. Tim yang dulu ia bentuk kini justru bersinar di bawah orang lain, sementara dirinya tengah menghadapi ujian berat di negeri Garuda.
Di saat Curacao berpesta usai menang 2-0 atas Jamaika sebagaimana unggahan akun @perspectivefootball.id menulis, “Pesta Curacao menuju Piala Dunia! ??? Mereka semakin dekat dengan sejarah!”.
Sementara Timnas Indonesia justru harus kembali menata ulang langkah untuk mempersiapkan generasi baru demi menyongsong impian besar yang belum juga tercapai. (udn)
Load more