News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pundit Malaysia Was-was dengan Marc Klok dan Stefano Lilipaly di Timnas Indonesia, Warganet Sepakat: Nggak Klop!

Pundit Malaysia kritik pemanggilan Marc Klok dan Stefano Lilipaly ke Timnas Indonesia, netizen sepakat sebut sudah nggak klop jelang lawan Arab Saudi dan Irak.
Minggu, 28 September 2025 - 12:37 WIB
Skuad Timnas Indonesia.
Sumber :
  • X @timnasindonesia

tvOnenews.com - Pemanggilan 28 pemain ke Timnas Indonesia untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia masih menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat maupun suporter.

Keputusan pelatih Patrick Kluivert ternyata belum bisa memuaskan semua pihak, terutama terkait siapa yang dipanggil dan siapa yang tidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu suara kritis datang dari pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Shah.

Nama Raja Isa bukanlah sosok asing di dunia sepak bola Indonesia.

Ia pernah lebih dari 11 tahun melatih sejumlah klub tanah air, sehingga cukup memahami dinamika pemain dan gaya permainan skuad Garuda.

Dalam komentarnya, Raja Isa menyatakan keheranan atas tidak dipanggilnya Marselino Ferdinan ke dalam daftar pemain.

Menurutnya, Marselino adalah salah satu talenta muda yang bisa memberikan perbedaan signifikan di lapangan.

"Pelatih berhak memanggil siapapun sesuai kebutuhan taktikal. Saya dan mungkin pengamat sepak bola di Indonesia pasti terkejut dengan status Marselino kali ini. Jika barometernya menit bermain, dulu Marselino juga jarang tampil di klub Liga Belgia KMSK Deinze dan Oxford United. Tapi, ketika dipanggil Timnas Indonesia, dia selalu tampil all out dan jadi pembeda di permainan," ujar Raja Isa.

Raja Isa menilai absennya Marselino bisa merugikan Timnas Indonesia, mengingat sang pemain memiliki insting mencetak gol yang kerap muncul di momen-momen penting, termasuk saat melawan tim kuat dari Timur Tengah.

Selain menyoroti Marselino, Raja Isa juga menyebut nama Marc Klok dan Stefano Lilipaly.

Stefano Lilipaly

Kedua pemain naturalisasi itu memang masuk dalam daftar pemanggilan Kluivert.

Namun, pengamat asal Malaysia tersebut nampak was-was dengan keberadaan keduanya.

"Bagi saya, Marc Klok dan Lilipaly sudah lewat usianya untuk bermain di laga internasional level Asia. Kalau di kawasan ASEAN, keduanya masih layak. Tetapi untuk menghadapi Saudi Arabia dan Irak, saya nilai agak berat. Endurance mereka yang agak mengkhawatirkan saat bermain cepat melawan gelandang muda Arab Saudi dan Irak," jelasnya.

Raja Isa menekankan bahwa pengalaman Klok dan Lilipaly memang tidak perlu diragukan, tetapi fisik dan daya tahan mereka dalam pertandingan dengan intensitas tinggi patut dicermati.

Pendapat Raja Isa ternyata senada dengan apa yang ramai diperbincangkan warganet di media sosial, terutama di platform X.

Banyak yang merasa bahwa pilihan Patrick Kluivert kali ini kurang tepat.

“Susah-susah STY pangkas generasi, pas udah sampe final tetep ngambilnya pemain lawas,” tulis seorang netizen.

“Kalau gagal lolos semua tanggung jawab PK karena lebih memilih Klok daripada Ivar Jenner yang sudah terbukti ketika dua kali lawan Arab Saudi,” sahut yang lain.

Ada juga komentar yang menyinggung soal kekompakan tim.

“Sorry to say, cara mainnya udah nggak klop sama yang lain, masih aja dipanggil. Masanya udah habis,” ujar warganet lain, menyinggung performa Klok dan Lilipaly.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, ada juga netizen yang menyindir keributan warganet setiap kali daftar pemain diumumkan dan taktik Patrick Kluivert.

“Siapapun pemain yang dipanggil dan yang nggak dipanggil, netizen selalu ribut ikutan milih. Padahal mau siapapun yang dipanggil, selagi pelatihnya Patrick bakal susah nyetak gol wkwk,” tulis seorang pengguna X dengan nada sarkastis. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT