News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hidup Hemat Ala Jordi Onsu, Begini Strategi Atur Budget Rp2 Juta per Bulan untuk Makan Enak Tanpa Takut Bokek!

Jordi Onsu ungkap trik hidup hemat di Jakarta, hanya habiskan Rp2 juta per bulan untuk makan enak tanpa bokek. Rahasianya ada di manajemen gaya hidup!
Selasa, 16 September 2025 - 21:36 WIB
Jordi Onsu
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Jordi Onsu, adik dari Ruben Onsu, dikenal publik sebagai seorang figur yang cukup populer.

Meski sudah lama berkecimpung di dunia hiburan, gaya hidup Jordi ternyata jauh dari kesan hedon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia justru mengajarkan banyak orang untuk hidup hemat, bahkan di tengah mahalnya biaya hidup di Jakarta.

Salah satu pernyataan Jordi yang viral adalah pengakuannya mengenai pengeluaran makan per bulan.

Ia menyebut hanya menghabiskan Rp2 juta untuk kebutuhan makan, angka yang bagi sebagian orang terdengar mustahil.

Namun, bagi Jordi, itu adalah hasil dari kebiasaan mengelola keuangan dengan cermat dan konsisten.

Ilustrasi Uang

Dilansir dari kanal YouTube miliknya, Jordi membagikan strategi hidup hemat yang sudah ia jalani sejak masih ngekos.

Prinsip sederhana dan menghargai setiap rupiah menjadi pegangan hidupnya hingga kini.

Rahasia utama penghematan Jordi Onsu adalah kebiasaan membawa bekal sendiri.

Ia lebih memilih menyiapkan makanan dari rumah daripada membeli di luar.

Cara ini menurutnya tidak hanya membuat pengeluaran lebih hemat, tapi juga menjamin kebersihan dan kesehatan makanan.

“Sampai sekarang masih Rp2 juta sih,” ujar Jordi saat ditanya soal pengeluaran bulanannya untuk makan.

Selain itu, Jordi juga terbiasa membawa kopi dan air putih dari rumah.

Menurutnya, harga minuman di luar bisa jadi pengeluaran tambahan yang sebenarnya tidak perlu.

“Nih, gue selalu bawa lunch box. Kopi gue juga bawa sendiri. Sama air putih. Karena air putih lumayan pricey di jalanan. Eh iya loh, air putih itu bisa Rp10 ribu kalau lagi macet. Kalau lagi nggak macet Rp5 ribu,” katanya.

Jordi juga memberi contoh betapa makanan di Jakarta masih bisa terjangkau, asalkan tahu cara memilih.

Ia biasa sarapan dengan nasi uduk Rp15 ribu, makan siang sekitar Rp20 ribu, dan makan malam lebih sering di rumah atau kosan.

Dengan pola seperti itu, menurut Jordi, pengeluaran makan bisa ditekan tanpa harus merasa kekurangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesekali membeli makanan di luar tetap boleh, tetapi jangan dijadikan kebiasaan setiap hari.

Dalam penjelasannya, Jordi membagikan perhitungan sederhana.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT