News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kok Bisa, DN Aidit yang Masa Mudanya Rajin Sembahyang dan Mengaji, Justru Jadi Dalang Dibalik G30S PKI? Begini Ceritanya

Dulunya rajin sembahyang dan mengaji bahkan lahir dari keluarga religius, tapi kenapa DN Aidit malah jadi ketua PKI hingga disebut sebagai dalang G30S PKI?
Jumat, 5 September 2025 - 16:52 WIB
Dalang dibalik G30S PKI DN Aidit
Sumber :
  • YouTube Indonesia Insider

tvOnenews.com -  Tokoh nasional DN Aidit disebut sebagai dalang dibalik pemberontakan G30S PKI yang menargetkan para jenderal TNI Angkatan Darat.

Namun sebelum itu, tahukah Anda bahwa DN Aidit di masa mudanya justru dikenal sebagai sosok yang rajin sembahyang dan mengaji? Begini ceritanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gerakan 30 September atau disingkat G30S yang katanya didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu peristiwa kelam setelah kemerdekaan Indonesia.

Kurang lebih ada 10 perwira gugur dalam peristiwa memilukan tersebut. Bahkan tujuh di antaranya berpangkat jenderal yang berasal dari TNI Angkatan Darat.

Para pemberontak disebut termakan isu Dewan Jenderal, di mana para pimpinan TNI AD dikabarkan punya rencana untuk mengkudeta presiden Soekarno.

Niat awal mereka ialah menculik para jenderal TNI AD untuk di bawa ke hadapan Presiden Soekarno. Namun, siasat mereka berantakan hingga terjadi pembunuhan.

Perwira yang gugur di antaranya Jenderal TNI Ahmad Yani, Letjen TNI Raden Suprapto, Letjen TNI MT Haryono, Letjen TNI S Parman, Mayjen TNI DI Pandjaitan, Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, KS Tubun, Brigjen Katamso, dan Letkol Sugiyono. 

tvonenews

Sementara itu, PKI dituduh sebagai aktor intelektual dari peristiwa berdarah ini. Sejumlah tokoh dari organisasi tersebut dianggap bertanggung jawab.

Salah satunya ialah DN Aidit, ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) yang punya kedekatan harmonis dengan presiden RI saat itu, Soekarno.

Belakangan, muncul kabar bahwa DN Aidit sebetulnya punya dasar keagamaan yang kuat meskipun di akhir hayatnya menjadi aktor intelektual G30S PKI.

Ya, mungkin kabar itu cukup masuk akal mengingat DN Aidit lahir dari keluarga yang cukup religius yaitu Haji Ismail dan Mailan di Belitung, 30 Juli 1923.

Haji Ismail merupakan tokoh agama di kampungnya sedangkan kakek dari pihak ibu yang bernama Ki Agus Haji Abdul Rachman merupakan keturunan ningrat.

Sejak kecil, pria yang lahir dengan nama Achmad Aidit itu dianggap sebagai bocah yang rajin sembahyang dan mengaji. Ia bahkan terkenal sering mengumandangkan adzan di kampungnya.

Sang ayah yang juga anggota DPRD dari Partai Masyumi kemudian meminta DN Aidit untuk bersekolah ke Jakarta. Ia menempuh pendidikan di Middestand Handel School pada 1936.

Saat pindah ke Jakarta inilah pemikiran DN Aidit menjadi berkembang. Ia ikut dalam pergerakan Persatuan Timur Muda dan menjadi pemimpinnya.

Dari sini jugalah nama Achmad Aidit pemberian orang tuanya dia ganti menjadi Dipa Nusantara Aidit atau kita kenal sekarang dengan DN Aidit.

Perkenalan DN Aidit dengan PKI

Di Jakarta, DN Aidit mendapat pendidikan politik dari tokoh nasional seperti Soekarno, Achmad Soebardjo, Mohammad Hatta, dan Ki Hadjar Dewantara.

Ia kemudian dipilih sebagai Ketua Angkatan Pemuda Indonesia (API) Cabang Jakarta Raya. Dari sini, DN Aidit mendapat intimidasi dari tentara KNIL yang membuatnya dibuang ke Pulau Onrust.

Setelah bebas, DN Aidit mulai terpengaruh ideologi PKI. Bersama Njoto dan Lukman, ia ditugaskan menjadi penerjemah manifesto komunis ke bahasa Indonesia.

Pecahnya pemberontakan PKI Madiun 1948 membuat DN Aidit dan tokoh muda lainnya naik ke tampuk kekuasaan. Dalam kongres kelima, ia terpilih sebagai Ketua Comite Central (CC-PKI).

Manuver DN Aidit kian terlihat. Mulai dari mengubah kiblat PKI ke China, membawa anggotanya masuk parlemen, hingga ide Nasakom Soekarno jadi buktinya.

Bahkan dalam Pemilu 1955, PKI menjadi partai keempat yang paling banyak dipilih yakni 3,5 juta suara. Aidit juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua MPRS di Kabinet Kerja III.

Dalang dibalik G30S PKI DN Aidit
Dalang dibalik G30S PKI DN Aidit
Sumber :
  • YouTube Indonesia Insider

 

Peran DN Aidit di G30S PKI 

DN Aidit yang saat itu mengepalai PKI langsung tertuduh ketika pemberontakan G30S PKI pecah. Angkatan Darat menudingnya terlibat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemimpin dengan karakter tegas itu ditangkap pada 22 November 1965 di Boyolali, Jawa Tengah. Saat itu, ia hendak melakukan perjalanan ke Yogyakarta.

Keesokan harinya, pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Yasir Hadibroto menembak mati DN Aidit. Namun sampai sekarang, belum ada kepastian di manakah jasad ketua PKI itu dikebumikan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA membuka peluang empat pemain keturunan memperkuat Timnas Indonesia saat lawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026, mereka bisa jadi senjata baru skuad Garuda.
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT