News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dalih Pelaku Mutilasi dan Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman: Pura-pura Ikut Cari Korban hingga Sebarkan Pengumuman Orang Hilang

Pelaku mutilasi dan pembunuhan berantai di Padang Pariaman Satria Juhanda ternyata sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan korban yang dikabarkan hilang.
Minggu, 22 Juni 2025 - 07:32 WIB
Pelaku mutilasi di Padang Pariaman
Sumber :
  • Youtube

tvOnenews.com - Pelaku mutilasi dan pembunuhan berantai di Padang Pariaman Satria Juhanda alias Wanda ternyata sempat berpura-pura mencari keberadaan korban.

Wanda bahkan sampai menyebarkan nomor telepon pribadinya dalam sebuah pengumuman yang mengabarkan orang hilang pada Januari 2024 lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga Padang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, tengah dihebohkan dengan penemuan beberapa potong tubuh mayat di aliran sungai daerah sekitar.

Awalnya, bagian tubuh tanpa tangan dan kepala ditemukan oleh seorang nelayan yang ketika itu tengah memberikan kapalnya di pinggiran sungai.

Setelah di bawa oleh tim forensik, ada warga yang mengaku mengenali identitas mayat tersebut dari cincin yang dikatakan punya seseorang bernama Septia Adinda.

Septia Adinda sempat hilang selama empat hari. Terakhir kali dia berbicara kepada temannya soal rencana peminjaman uang sebesar Rp20 juta kepada bank.

Pihak keluarga juga mengatakan bahwa mahasiswa STIE KBP Kota Padang tersebut awalnya pamit dari rumah pada malam hari untuk menemui temannya.

tvonenews

Tak lama berselang, pelaku mutilasi terhadap Septia Adinda diidentifikasi yakni Satria Juhanda alias Wanda, sekuriti di salah satu pabrik bata ringan di Padang Pariaman.

Kepada polisi, Wanda mengaku terlebih dahulu menghabisi nyawa Septia Adinda di sebuah kebun di Batang Anai, Padang Pariaman sebelum memutilasinya.

Wanda beralasan bahwa dia tega menghabisi nyawa Septia Adinda gara-gara korban meminjam uang kepada pelaku senilai Rp3,5 juta dan tak kunjung dikembalikan.

Akan tetapi, di dalam pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian, terdapat pengakuan mengejutkan lainnya yang muncul dari Satria Juhanda alias Wanda.

Ia mengaku kalau pada Januari 2024 silam pernah membunuh dua orang perempuan lainnya yaitu Siska Oktavia Rusdi atau Cika (23) dan Adek Gustiana (24).

Kedua jasad korban tidak dimutilasi, melainkan dibuang di sebuah sumur tua belakang rumah pelaku yang kemudian ditutupi agar sulit dilacak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika dilakukan pemeriksaan, jasad dari kedua mahasiswi STIE KBP Kota Padang tersebut hanya tersisa tulang belulang saja dan sulit diidentifikasi.

Menurut pengakuan pelaku, Cika merupakan kekasihnya sejak masa SMP. Ia kesal karena korban kedapatan selingkuh ketika sedang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT