News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan Orang Belanda, Maarten Paes Bicara Jujur, Tiap Nyanyikan Indonesia Raya Perasaannya Selalu…

Maarten Paes ungkap perasaannya tiap kali menyanyikan Indonesia Raya. Kenangan tentang neneknya dan dukungan kekasih jadi motivasi besar di lapangan.
Minggu, 30 Maret 2025 - 12:35 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

tvOnenews.com - Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi salah satu pemain yang paling lantang saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum pertandingan.

Dalam sebuah podcast, Paes mengungkapkan perasaan emosional yang selalu ia rasakan setiap kali menyanyikan lagu tersebut di hadapan banyak orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pemain yang baru menjadi Warga Negara Indonesia, Maarten Paes dengan cepat menunjukkan loyalitas dan rasa bangganya menjadi bagian dari timnas Indonesia.

Tidak hanya sekadar bernyanyi, Paes bahkan menghafalkan lirik dan memahami makna dari lagu kebangsaan tersebut.

Ia menyebut hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk benar-benar menguasai lirik lagu Indonesia Raya.

"Saya sekarang melakukan banyak hal seperti mempelajari lagu kebangsaan dan lain-lain. Sayangnya, nenek tidak lagi bisa melihat pertandingan pertama saya. Ini adalah semacam penghormatan dan kehormatan baginya," ungkap Maarten Paes dalam wawancara di YouTube SEG Stories.

Sebagai pemain kelahiran Belanda, Maarten Paes memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Kediri, Jawa Timur.

Maarten Paes

Keputusan Paes untuk membela Indonesia bukanlah hal yang instan, tetapi sudah ia pikirkan matang-matang.

Ia pertama kali datang ke Indonesia sekitar satu tahun lalu dan langsung merasakan bahwa ini adalah langkah yang tepat baginya.

"Sejak saya pergi ke Indonesia sekitar satu tahun lalu, tepat pada hari itu saya langsung bisa merasakan kalau ini (membela Indonesia) adalah langkah yang tepat untuk saya lakukan," ujarnya.

Maarten Paes kehilangan neneknya pada Maret 2024, tepat sebelum ia menjalani debutnya bersama timnas Indonesia.

Kepergian neneknya menjadi salah satu alasan mengapa ia semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik setiap kali mengenakan seragam Garuda.

"Saya sudah mengerti tentang lagu kebangsaan setelah seminggu saya mendengarkannya. Setiap kali lagu kebangsaan dikumandangkan, saya teringat nenek saya," katanya.

Momen ketika Indonesia Raya berkumandang selalu menjadi saat yang spesial bagi Paes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia merasakan energi tambahan yang membantunya fokus dan tampil maksimal di atas lapangan.

"Kemudian aku bisa merasakan begitu banyak kekuatan untuk pertandingan itu dan aku benar-benar merasa seperti melakukan semuanya untuk nenek," tambahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT