News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Angin Segar untuk Iptu Rudiana, Didampingi Hotman Paris, Ayah Eky itu Berani Melawan Kubu Dede: Demi Allah 7 Turunan Saya Mati Kalau Bohong!

Lama menghilang dan bungkam, Iptu Rudiana akhirnya muncul menjawab segala tudingan tentang dirinya dalam pusaran kasus pembunuhan Vina pada tahun 2016 lalu.
Rabu, 31 Juli 2024 - 11:14 WIB
Angin Segar untuk Iptu Rudiana, Didampingi Hotman Paris, Ayah Eky itu Semakin Berani Melawan Kubu yang Menyalahkan Dia: Demi Allah 7 Turunan Saya Mati Kalau Bohong!
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

tvOnenews.com - Iptu Rudiana akhirnya muncul ke publik menjawab segala tudingan tentang dirinya dalam pusaran kasus pembunuhan Vina pada tahun 2016 lalu.

Iptu Rudiana sempat lama menghilang setelah kasus ini menyeruak kembali dan menjadi bahan perbincangan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Iptu Rudiana semakin disebut-sebut ikut melakukan intervensi dalam kasus pembunuhan putranya, Eky dan kekasihnya, Vina.

Iptu Rudiana
Dede dan Iptu Rudiana, siapa yang berbohong dalam pusaran kasus Vina?

Hal ini setelah saksi kunci Dede Riswanto (30) dalam kanal youtube Dedi Mulyadi mengatakan bahwa dirinya memberi kesaksian palsu atas perintah dari Aep dan Iptu Rudiana.

Padahal menurut pengakuannya, dia tak pernah melihat langsung peristiwa penyerangan hingga pelemparan terhadap korban Eky dan Vina pada malam tanggal 27 Agustus 2016 lalu.

Menjawab hal tersebut, Iptu Rudiana pun buka saura saat menggeler konferensi pers bersama pengacara kondang Hotman Paris dan keluarga Vina.

Hotman Paris menyinggung soal pernyataan dan analisa dari Mantan Kabareskrim Susno Duadji, bagaimana mungkin Dede dan Aep bia melihat si para pelaku (termasuk Pegi Setiawan) dalam keadaan gelap dan ada jarak 100 meter.

Menjawab hal tersebut, Iptu Rudiana mengaku hanya mendapat informasi dari Aep.

"Kalau dia melihat dan hafal orangnya, kemudian ketika jam 14.00 dapat informasi, saya tukar HP sama Aep, sekitar pukul jam 16.00 Aep telpon saya,'Pak orang-orang ribut malam itu sedang berkumpul depan SMP 11," tuturnya Iptu Rudiana dalam konferensi pers.

"Datang lah kami ke sana, kemudian dengan baik-baik mengajak mereka untuk ikut sama kami ke kantor, setelah kantor mereka ngakuin kalau mereka yang melakukannya," ungkapnya.

Dia juga meyakini bahwa BAP yang menjerat 11 pelaku ini sudah benar.

"Kalau berdasarkan keterangan terpidana yakin benar, karena mereka yang menyampaikan kepada saya," terang dia.

Iptu Rudiana
Iptu Rudiana saat konferensi pers bersama Hotman Paris dan keluarga Vina, Selasa (30/7/2024). 

Iptu Rudiana juga membantah soal tuduhan dari Dede yang menyatakan bahwa Iptu Rudiana memberi perintah untuk memberi kesaksian atau keterangan palsu.

"Dede itu tidak benar ya, karena saya ketemu Dede pun sekali pada saat tanggal 31, dan saya dapat informasi kaitan itu dari Dede juga," jelasnya.

Muncul kehebohan di media sosial terkait anak Iptu Rudiana, Eky sebenarnya tidak tewas pada malam kejadian bersama Vina.

Hal itu pun langsung ditanyakan oleh Hotman Paris soal isu yang beredar menyatakan bahwa EKy masih hidup.

Menjawab hal tersebut, Iptu Rudiana sempai berani sumpah menyatakan bahwa anaknya itu telah meninggal sekaligus membantah isu liar yang beredar di masyarakat.

"Saya sumpah, sumpah pocong mau, sumpah apapun mau. Artinya yang meninggal adalah anak saya, anak yang saya didik dari kecil, yang saya rawat dari kecil, Muhammad Rizky Rudiana," ucap sumpah Iptu Rudiana.

"Demi Allah tujuh turunan saya mati semua, kalau saya bohong," ucapnya tegas di hadapan para awak media. 

Kasus pembunuhan Eky dan Vina masih belum tuntas, hal ini setelah munculnya saksi Dede Riswanto mengaku memberi BAP palsu atas suruhan Iptu Rudiana dan Aep.

Atas pengakuan mengejutkan tersebut, membuat babak baru kasus pembunuhan Eky dan Vina makin runyam, hal ini karena saksi tak melihat adanya pelemparan dan pengejaran yang dilakukan para tersangka kepada korban, Eky dan Vina.

Diketahui, kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon. kembali bahan perbincangan masyarakat Indonesia sejak film Vina: Sebelum 7 Hari ditayangkan di bioskop.

Hal itu menarik atensi publik karena kasus Vina yang dianggap banyak kejanggalan, dari motif pembunuhan hingga keberadaan beberapa tersangka.

Kini sejumlah kejanggalan terbongkar dalam penetapan para tersangka yang kini menjadi terpidana.

Salah satunya, proses penanganan awal kasus pembunuhan ini disebut-sebut janggal dalam menetapkan para tersangka.

Termasuk dalam hal ini adalah kronologis kasus pembunuhan Eky dan Vina yang dirilis oleh polisi.

Bikin geger, Dede Riswanto (30), saksi kunci yang dibantu oleh Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya disuruh oleh Iptu Rudiana dan Aep untuk memberi keterangan atau kesaksian palsu dalam kasus pembunuhan Eky dan Vina.

Atas keterangan tersebut, polisi menangkap delapan orang yang kini menjadi terpidana.

Tujuh orang terpidana itu divonis hukuman penjara seumur hidup dan satunya sudah bebas yakni Saka Tatal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuh terpidana itu adalah Supriyanto, Jaya, Eka Sandi, Rivaldi Aditya Wardana, Sudirman, Hadi Saputra, dan Eko Ramadhani.

Terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal mengajukan permohonan PK karena merasa penangkapan dan hukuman yang diberikan kepadanya tak sesuai prosedur. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT