News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemandi Jenazah Berani Tepis Keterangan Polda Jabar, Terang-terangan Akui Tak Ada Luka Tusuk di Jasad Vina Cirebon, Kondisinya…

Kesaksian mengejutkan datang dari pemandi jenazah Vina Cirebon bernama Euis. Sosoknya blak-blakan berani menepis keterangan dari Polda Jabar. Simak artikelnya
Minggu, 21 Juli 2024 - 15:51 WIB
Pemandi Jenazah Vina Cirebon
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Kesaksian mengejutkan datang dari pemandi jenazah Vina Cirebon bernama Euis. Sosoknya blak-blakan berani menepis keterangan dari Polda Jabar.

Kelanjutan kasus kematian Vina Cirebon seolah semakin rumit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di hadapan Dedi Mulyadi, pemandi jenazah Vina, Euis secara terang-terangan membongkar kondisi jasad almarhumah pada 2016 lalu. 

Lantas, seperti apa pengakuan pemandi jenazah Vina Cirebon soal kondisi korban? Simak artikelnya berikut ini.


Euis, pemandi jenazah Vina Cirebon. Sumber: kolase tvOnenews.com

Heboh kesaksian dari orang yang memandikan jenazah Vina pada 2016 silam bernama Euis.

Euis tiba-tiba kembali muncul dalam pengungkapan misteri kasus kematian Vina Cirebon.

Pernyataan itu diungkap Euis dalam kanal YouTube Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi berbincang-bincang dengan Euis terkait kondisi sebenarnya jasad Vina Cirebon.

Awalnya, Dedi Mulyadi menjelaskan kepada Euis soal hasil penyelidikan Polda Jabar terkait penyebab kematian Vina.

Sebagaimana diketahui, pada sidang praperadilan Pegi Setiawan belum lama ini, tim kuasa hukum Polda Jabar menjawab gugatan dengan membeberkan keterangan para saksi.

Dikatakan bahwa Vina tewas diperkosa kemudian ditikam oleh samurai. Hal itu berdasarkan keterangan saksi Sudirman.

Mendengar pernyataan tersebut, Euis langsung membantah.

Saat memandikan jenazah gadis berusia 16 tahun itu, Euis mengaku tak menemukan luka tusuk maupun sayatan dalam tubuh Vina Cirebon.

Adanya kesaksian berbeda antara orang yang memandikan jenazah Vina dengan hasil penyelidikan Polda Jabar semakin membuat kasus ini semakin ruwet.

Kendati demikian, ia meyakini bahwa Vina memang benar dibunuh bukan kecelakaan motor. 

"Iya, saya yakin Vina itu meninggal karena dibunuh, karena saya yang memandikan, tapi dibunuhnya bukan memakai senjata tajam atau sejenis pisau, tapi seperti dipukul.” ujar Euis dilansir dari kanal YouTube milik Dedi Mulyadi.

Bahkan, wanita paruh baya ini ingin menjewer polisi. Menurutnya, keterangan yang dijabarkan Polda Jabar tersebut adalah bohong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kongkon mrene polisine, tak jewer pisan (suruh ke sini polisinya, saya jewer nanti), kurang ajar, kok ditusuk-tusuk. Bohong!" terangnya.

Bukan hanya itu, Euis menuturkan kondisi kaki dan tangan Vina mengalami patah tulang. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT