News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Narapidana ini Dieksekusi Mati di Rezim Jokowi, Ada Si Bandar Narkoba Freddy Budiman, hingga Kurir Narkoba Ini

Inilah 5 napi yang dieksekusi mati di rezim Jokowi, di antara yang sudah menemui ajal adalah Freddy Budiman hingga yang berurusan dengan peredaran narkoba.
Selasa, 18 Juli 2023 - 10:58 WIB
Freddy Budiman
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Sejumlah nama narapidana sudah dijatuhi vonis mati dan bahkan beberapa di antaranya telah dieksekusi di rezim Jokowi, termasuk salah satunya Freddy Budiman.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak main-main soal urusan hukuman mati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hukum di Indonesia secara tegas menindak kejahatan yang layak dijatuhi hukuman mati dan benar-benar dilaksanakan sehingga bukan hanya gertakan belaka.

Memang masih banyak pro kontra soal hukuman mati yang dianggap melanggar Hak Asasi Manusia.

Namun di sisi lain, hukuman mati juga dianggap sebagai ketegasan hukum dalam menindak pelanggaran berat sehingga pelanggaran serupa tak akan terulang.

Sementara orang terbaru yang masuk ke dalam daftar vonis mati adalah Ferdy Sambo namun belum sampai tahap eksekusi.

Seperti dilansir tvOnenews.com dari berbagai sumber, berikut daftar narapidana yang dieksusi mati di rezim Jokowi.

1. Freddy Budiman

Salah satu nama narapidana yang dieksusi mati di rezim Jokowi adalah Freddy Budiman dalam kasus kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi.

Proses eksekusi mati Freddy Budiman sering menjadi sorotan karena kisahnya dalam bertaubat sebelum ajal datang.

Freddy Budiman dieksekusi mati pada 29 Juli 2016.

2. Raheem Agbaje Salami

Warga negara Nigeria ini dieksekusi mati pada 2015 lalu akibat tertangkap basah memiliki 5 kg heroin.

3. Rodrigo Gularte

Masih dalam kasus narkoba, satu lagi narapida yang dieksusi pada 2015 adalah Rodrigo Gularte, warga negara Brasil yang ketahuan menyelundupkan 19 kg kokain di dalam papan selancarnya.

4. Andrew Chan

Proses eksekusi mati Andrew Chan, salah satu Bali Nine cukup menarik banyak kontroversi karena melibatkan tarik ulur politik internasional Australia.

Berbagai upaya pemerintah Australia tak mampu menghentikan keputusan pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi mati Andrew Chan.

5. Myuran Sukumaran

Satu lagi sosok yang terlibat dalam Bali Nine selain Andrew Chan adalah Myuran Sukumaran.

Proses eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dilakukan pada 29 April 2015.

Itulah 5 napi yang dieksekusi mati di rezim Jokowi.

(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT