News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Singgung Vonis Bharada E Tak Adil, Netizen Banjiri Cibiran Pedas Buat Nikita Mirzani: Mau Jadi Pahlawan Kesiangan?

dalam siaran langsung melalui media sosial Instagram, Nikita Mirzani memberikan tanggapan mengenai vonis terhadap para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J
Selasa, 21 Februari 2023 - 23:00 WIB
Nikita Mirzani Komentari Vonis Bharada E
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com/ tim tvOnenews - Muhammad Bagas

Jakarta, tvOnenews.com - Artis kontroversial, Nikita Mirzani kembali jadi sorotan publik setelah memberikan komentar pedas di media sosial. 

Melalui media sosial Instagram, Nikita Mirzani kembali memberikan tanggapan mengenai vonis terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia membandingkan sebuah kasus yang terjadi di Amerika Serikat dengan posisi Bharada E atau Richard Eliezer.

Sebelumnya, dalam siaran langsung melalui media sosial Instagram, Nikita Mirzani memberikan tanggapan mengenai sidang putusan kepada para terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Namun tanggapan tersebut mendapatkan banyak kritik dari banyak warganet, hingga pada akhirnya Nikita Mirzani ramai diperbincangkan.

Seperti apa tanggapan Nikita Mirzani mengenai vonis para terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J hingga mendatangi para haters. Simak informasinya berikut ini.

Datangi Pendukung Brigadir J dan Bharada E

Dalam Instagram Stories pada akun @nikitamirzanimawardi_172, Nikita Mirzani mengunggah postingan yang menyinggung haters.

“Kalian mau liat saya nyamperin haters banyak beban hidup? Pantengin youtube saya di crazy Nikmir real,” tulis Nikita Mirzani.

Terdakwa Bharada E dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J. (Kolase tvOnenews)

Dirinya menambahkan target pertama dalam hal tersebut yaitu kalangan yang ia sebut sebagai ibu-ibu pengangguran yang menjadi penggemar Brigadir J dan Bharada E.

“Target pertama, ibu-ibu pengangguran yang ngefans banget sama Joshua dan bharada E,” ungkap Nikita Mirzani.

“Saking cinta nya sama mereka berdua, sampai membabi buta. Setelah di cek ternyata ekonomi sulit,” sambungnya.

Bahkan wanita berusia 36 tahun ini mendatangi rumah dari targetnya tersebut, sehingga ia berhasil membuat konten pertemuannya untuk mengisi kanal Youtube-nya tersebut.

“Karena rumahnya di Jakarta, jadi pas kita kontenin aja,” ujarnya.

Indonesia Belum Sepenuhnya Menegakkan Keadilan

Sebelumnya, Nikita Mirzani mengunggah sebuah video yang seorang terdakwa yang ikut serta dalam kasus pembunuhan yang sedang menjalani sidang. 

Terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E. (Tim tvOnenews -  Muhammad Bagas)

Seorang terdakwa kasus pembunuhan terhadap Salahudin yang dilakukan oleh Trey Alexander Relford di Amerika Serikat. 

Meski telah dimaafkan oleh pihak keluarga korban, terdakwa tetap harus menerima vonis hukuman selama 31 tahun penjara. 

Berkaitan dengan video tersebut, wanita yang sering disebut Nyai ini membandingkan dengan hukuman yang diterima oleh Bharada E. 

“Bagaimana juga bharada E kan dia tetap melakukan pembunuhan. Memaafkan bukan berarti meringankan hukuman yang di luar nalar dan kebiasaan vonis pada umumnya. Sampai jaksa pun tidak banding atas putusan 1 tahun 6 bulan, harusnya 5 tahun lah,” tulisnya dalam unggahan di media sosial Instagram @nikitamirzanimawardi_172, pada Sabtu, (18/2/2023).

Ia menyinggung bahwa Bharada E membuka tabir ini karena takut akan dihukum lebih berat pada persidangan beberapa waktu lalu.

“Walaupun dia yang membuka tabir. Dia jujur karena takut di hukum mati. Gak adil buat yang di suruh nembak gak mau tetep di hukum berat,” kata Nyai.

Menurut Nikita, di Indonesia belum sepenuhnya menegakkan keadilan. Bahkah ia pun menyinggung kepada Majelis Hakim dan Jaksa yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

“Jadi menurut saya orang bodoh ini. Keadilan belum sepenuh nya ada di negara Indonesia Raya ini. Semua terbuai akan sanjungan netizen. Bahkan sampai ke hakim dan jaksa ikut terbuai,” tuturnya.

Ribuan warganet menyerbu kolom komentar ikut memberikan pendapat beragam, baik pro dan kontra. Banyak warganet yang setuju dengan pendapat Nikita Mirzani, namun tak sedikit pula yang bertentangan dengan pendapatnya.

“Maling ayam aja di hukum berat masa nembak orang cuma di hukum 1,5 tahun, namanya nggak adil,” warganet mengomentari unggahan tersebut

“Makanya kasihan kan. Jangan kan maling ayam. Maling kolor di jadiin koleksi aja 3 tahun,” balas Nikita Mirzani.

“Aduhhhh postingannya bikin mewek” komentar sedih dari salah seorang warganet.

“Sedih kan kaka. Hati bapaknya seluas samudra. Padahal anaknya udah di bunuh secara sadis juga. Tapi hukuman tetap di jalanin saya (terdakwa) yang ikut bunuh anak si bapak itu. Kalau di Indonesia malah kebalilk. Yang ikut nembak malah di hukum 1 tahun, ngebongkar gara-gara takut dihukum mati,” jawab Nyai.

Pahlawan Kesiangan

Artis Kontroversial, Nikita Mirzani. (Ist)

Selain yang sependapat dengan Nikita Mirzani, warganet juga memberikan komentar negatif kepada ibu tiga anak itu.

“Mending diem aja kalau emang gasuka, bikin ribut terus! Keluarga korban aja senang kalau Bharada E di vonis 1,5 tahun, masa Nyai yang bukan siapa-siapa berkoar-koar,” sindir warganet.

“Puji Tuhan semua terjadi karena keluarga mengampuni Bharada Eliezer jadi kejujuran itu yang paling UTAMA,” tulis komentar warganet.

“Mengampuni tapi minta ini itu ke Mabes Polri, preeett ujung-ujung nya ngingetin uang asuransi. Saya akan datangin Sambo waktu dipenjara. Saya akan bilang, saya maafkan kamu. Tapi tolong balik nama semua harta kamu atas nama anak saya semua. Miskin kan tuh Sambo. Sudah miskin, dihujat 7 turunan karena bikin skenario pembunuhan. Bikin skenario pembunuhan, dikucilkan sama masyarakat Indonesia. Apalagi coba?” balas Nyai dengan pedas.

“Masalahnya bukan karena dimaafkan keluarga korban, tapi Bharada E itu sebagai justice collaborator juga dan hal-hal lain yang meringankan. Heran saya, sok banget ikut campur masalah orang, mau jadi pahlawan kesiangan lo?” nyinyir salah satu warganet.

“Iye iye atur aja yang pinter, makanya dibaca caption saya biasakan. Yang pinter jangan komen yang jujur aja yg boleh,” jawaban Nikita

“Nyai stop deh nyinyir anak orang ya Allah,” ungkap warganet.

“Lah kok gue di suruh stop nyinyir. Terus gue ga boleh kasih pendapat gitu maksudnya. Yang boleh lo sama keluarga lo aja yang metal-metal gitu!” balas pedas oleh Nikita Mirzani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, Nikita Mirzani masih menyoroti hasil sidang putusan dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang dinilai tak adil olehnya. 

Sindiran yang dilontarkan Nyai memberikan banyak komentar dari warganet, baik pro maupun kontra. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT