Libur Lebaran Seru di Swiss van Java, Gunung yang Tertidur 24 Tahun Ramah Jadi Tempat Wisata Alam Keluarga
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
tvOnenews.com - Libur Lebaran tidak sekadar tentang silaturahmi, tetapi juga momentum paling berharga menjajaki tempat wisata bersama keluarga tercinta.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren keluarga mengunjungi tempat wisata alam meningkat pesat selama libur Hari Raya Idul Fitri, bahkan semakin diminati karena menyodorkan suasana sejuk dan pemandangan indah.
Di Jawa Barat (Jabar), terdapat sebuah wilayah mendapat julukan sebagai "Swiss van Java" oleh para wisatawan Eropa yang berkunjung di sekitar abad ke-19. Ya, daerah itu adalah Garut.
Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut, jumlah kunjungan wisatawan mengunjungi wisata di Garut naik pesat sebanyak 124 ribu orang sejak libur Nataru 2026.
"Kunjungan wisatawan sejak hari Kamis 25 Desember 2025 sampai dengan hari Jumat, 2 Januari 2026 berjumlah 124.250 orang dari 26 objek wisata yang dimonitoring, ada peningkatan," ujar Kepala Disparbud Kabupaten Garut Budi Gan Gan di Garut.
Untuk itu, salah satu destinasi wisata yang selalu menjadi daya tarik utama wisatawan di kawasan kota dijuluki Swiss van Java ini adalah Gunung Papandayan.
Mengenal Gunung Papandayan Wisata Alam di Swiss van Java
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Gunung Papandayan merupakan gunung berapi aktif terletak di Desa Simajaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Meski begitu, gunung ini sudah vakum erupsi dalam dua dekade terakhir.
Karena aktivitasnya relatif stabil, Gunung Papandayan kini disebut "tertidur" atau vakum selama 24 tahun sejak erupsi terakhir kali pada 2002.
Maksud dari istilah "vakum 24 tahun" mengacu pada kondisi di mana Gunung Papandayan saat ini minimnya erupsi besar yang dapat membahayakan keselamatan wisatawan.
Di balik statusnya sebagai gunung berapi, Gunung Papandayan menyuguhkan panorama alam yang indah dan luar biasa. Meski sempat longsor pada awal 2026, material yang menimpa jalur pendakian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Papandayan sudah dievakuasi jajaran Polsek Cisurupan di bawah naungan Polres Garut bersama tim gabungan.
Adapun berbagai keindahan alam di Gunung Papandayan yang selalu memantik wisatawan maupun pendaki, di antaranya kawah belerang, hutan mati yang eksotis, hingga menjadi surganya hamparan bunga edelweiss yang selalu memanjakan mata.
Kenapa Daya Tarik Gunung Papandayan Cocok Jadi Tempat Wisata Ramah Keluarga?
Gunung Papandayan dikenal sebagai destinasi yang ramah untuk semua kalangan usia. Ini juga termasuk untuk keluarga hingga anak-anak.
Berdasarkan hasil penelusuran tvOnenews.com, jalur trekking pendakian Gunung Papandayan relatif landai ketimbang gunung lainnya di Jabar.
Banyak pendaki membawa anak-anaknya menjajaki sekaligus belajar langsung tentang fenomena alam di Gunung Papandayan, terutama di sekitar kawah belerang. Meski begitu untuk melewati kawah, tetap harus membutuhkan persiapan ekstra mengingat bau belerang dapat mengganggu kesehatan tubuh.
Selain itu, anak-anak dan keluarga yang menjajaki berbagai wisata di gunung ini juga dapat menikmati keindahan bunga edelweiss. Letak hamparan bunga ini berada di Tegal Alun.
Untuk menikmati sensasi libur Lebaran lebih dalam, para keluarga bahkan pendaki bisa mengajak anak-anak camping. Di momen ini, pengunjung dapat menikmati suasana sejuk dan udara dingin dibalut pemandangan hijau dan bisa melihat beragam jenis hewan langka.
Kawasan wisata Gunung Papandayyan kebetulan dikelola PT Astri Indah Lestari (AIL). Pada 2016, pihak pengelola tidak hanya menyediakan destinasi wisata berbasis pendakiian, tetapi juga membuat secara khusus tempat perkemahan di dekat parkiran.
Bagi keluarga yang berlibur ke Garut atau Gunung Papandayan, bisa berkemah menikmati udara sejuk dan pemandangan hijau di tanpa perlu camping di kawasan Hutan Pondok Saladah.
Menariknya di tempat perkemahan di dekat parkiran, pengelola semakin membuat wisatawan nyaman. Sebab, ada hamparan bunga edelweiss yang dapat dilihat selama berkemah.
Berdasarkan hasil penelusuran tvOnenews.com, terdapat sejumlah objek wisata memantik wisatawan maupun pendaki, di antaranya Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Pengantin, Kawah Nangklak, Pondok Salada, Hutan Mati, serta ghober hoet camping area.
Adapun harga tiket masuk (HTM) kawasan TWA Gunung Papandayan cenderung bervariatif. Hal membedakan dari segi harga yakni pengunjung dari nusantara maupun mancanegara.
Berikut rincian lengkap HTM kawasan wisata Gunung Papandayan:
- Wisatawan Nusantara: Rp20 ribu untuk hari kerja & Rp30 ribu untuk hari libur.
- Wisatawan mancanegara: Rp200 ribu untuk hari kerja & Rp300 ribu untuk hari libur.
- Parkir kendaraan roda dua: Rp12 ribu untuk hari kerja & Rp17 ribu untuk hari libur.
- Parkir kendaraan roda empat: Rp 25 ribu untuk hari kerja & Rp35 ribu untuk hari libur.
- Parkir kendaraan roda enam: Rp110 ribu untuk hari kerja & Rp150 ribu untuk hari libur.
Tarif tiket masuk untuk berkemah sebesar Rp35.000/orang, berkemah untuk rombongan pelajar sebesar Rp22.500, berkemah untuk rombongan mancanegara sebesar Rp105.000, foto Prewedding sebesar Rp500.000.
Jadi, tunggu apalagi? Mari menghabiskan momentum libur Lebaran bersama keluarga tercinta untuk menikmati sensasi panorama alam Gunung Papandayan yang terletak di kota dijuluki "Swiss van Java".
(hap)
Load more