dr. Zaidul Akbar Ungkap Pola Makan Sahur dan Buka untuk Penderita Maag agar Kuat Puasa Ramadhan
- Freepik
Ia juga menambahkan bahwa campuran air tajin dengan rumput laut akan lebih baik karena kolagen alami dalam rumput laut membantu melapisi dan menenangkan lambung.
Sementara itu, saat berbuka, dr. Zaidul Akbar mengingatkan agar tidak langsung mengonsumsi makanan berat.
Prinsip berbuka sebaiknya dimulai dengan sesuatu yang ringan dan alami, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.
“Rasulullah berbuka dengan kurma dan air, baru setelah itu salat Maghrib, kemudian makan,” ujarnya. Bagi penderita maag, berbuka dengan kurma dan air hangat dapat menyiapkan lambung untuk menerima makanan berikutnya tanpa memicu lonjakan asam.
Setelahnya, baru disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang tidak terlalu pedas, asam, ataupun berminyak.
Makanan seperti nasi hangat dengan sayur bening, ikan kukus, atau ayam rebus dapat menjadi pilihan aman.
dr. Zaidul juga menegaskan untuk menghindari makanan olahan, gorengan, serta minuman bersoda yang dapat memperparah iritasi lambung.
“Yang bikin lambung bermasalah itu makanan olahan, tinggi gula, minyak berulang, serta yang banyak penyedapnya. Kalau mau aman, makanlah makanan alami yang dekat dengan bumi,” tuturnya.
Bagi dr. Zaidul Akbar, menjalani pola makan sehat di bulan Ramadhan bukan sekadar menjaga lambung, tetapi juga bagian dari ibadah.
"Awalnya memang berat, tapi kalau sudah terbiasa makan sehat, tubuh akan menyesuaikan. Bahkan teman pun nanti segan menawari makanan yang tidak sehat,” ujarnya. (adk)
Load more