News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Musim Hujan Bikin Mudah Sakit, Dokter Bagikan Ramuan Herbal buat Redakan Batuk, Flu, dan Tubuh Ngillu

Dokter herbal membagikan ramuan jahe merah, kunyit, serai, dan sambiloto untuk bantu redakan batuk, flu, demam, dan ngilu tubuh saat musim hujan. Simak di sini!
Jumat, 23 Januari 2026 - 13:33 WIB
ilustrasi minum teh
Sumber :
  • pexels.com/Andrea Piacquadio

tvOnenews.com - Musim hujan dengan cuaca dingin dan lembap sering kali membuat daya tahan tubuh menurun.

Tak heran jika keluhan seperti batuk, flu, demam ringan, hingga tubuh terasa ngilu dan pegal mudah muncul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat udara dingin, banyak orang juga cenderung mencari minuman hangat untuk menghangatkan badan sekaligus membantu meredakan keluhan kesehatan.

Ilustrasi Sakit Flu
Ilustrasi Sakit Flu
Sumber :
  • Freepik/benzoix

Dokter Herbal Medik, dr. Muthoharrah, M.Si. Herbs, CH, CHt, melalui program Hidup Sehat tvOne, membagikan salah satu ramuan herbal sederhana yang bisa dikonsumsi saat cuaca dingin.

Ramuan ini berbahan dasar jahe merah, kunyit, serai, dan sambiloto yang dikenal memiliki efek antiinflamasi dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Kombinasi herbal tersebut bekerja secara sinergis dalam membantu meredakan peradangan.

Saat flu atau demam, tubuh akan melepaskan zat sitokin yang memicu pegal, linu, dan rasa tidak nyaman.

Herbal tertentu dapat membantu mengurangi reaksi tersebut, selama demam yang dialami tidak terlalu tinggi.

Berikut, resep ramuan herbal saat musim hujan

Ilustrasi minuman herbal.
Ilustrasi minuman herbal.
Sumber :
  • Freepik

Bahan dan takaran

Untuk membuat ramuan ini, bahan yang digunakan harus segar, bersih, dan ditakar dengan tepat. Berikut bahan yang dibutuhkan:

  • Jahe merah 10 gram (sekitar satu jempol orang dewasa)
  • Kunyit 10 gram (sekitar satu ruas jari orang dewasa)
  • Serai putih 10 gram atau dua batang serai dapur
  • Sambiloto kering 5 gram (sekitar satu genggam kecil atau 1 sendok teh jika berbentuk bubuk)
  • Air matang 700 ml

Semua bahan herbal sebaiknya dicuci bersih, dikupas, lalu diiris, digeprek, atau diparut agar zat aktifnya lebih mudah keluar saat direbus.

Cara membuat

Didihkan 700 ml air, lalu masukkan jahe merah, kunyit, sambiloto, dan serai. Rebus selama kurang lebih 15 menit agar seluruh bahan terekstraksi dengan baik hingga air tersisa kurang lebih 350 ml. Ramuan kemudian bisa disaring dan diminum selagi hangat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jahe merah mengandung gingerol, kunyit kaya akan kurkumin, serai mengandung citronella, sementara sambiloto dikenal memiliki efek antiinflamasi.

Kombinasi ini membantu menghangatkan tubuh, meredakan peradangan, serta mengurangi rasa ngilu dan tidak nyaman saat musim hujan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT