Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes Bagikan Tips Pencegahannya
- Freepik
tvOnenews.com - Super flu atau yang disebut sebagai influenza A (H3N2) sub-clade K belakangan ini menjadi perhatian masyarakat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa varian influenza tersebut memang telah terdeteksi di Indonesia, namun masyarakat diminta tetap tenang dan waspada dengan menerapkan langkah pencegahan yang tepat.
Widyawati, Juru Bicara Kemenkes, menyebut secara global peningkatan kasus influenza A (H3) mulai terjadi di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 atau sekitar Oktober.
Lonjakan ini sejalan dengan masuknya musim dingin, pola yang juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
"A (H3N2) sub-clade K ini teridentifikasi oleh CDC di Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hingga saat ini A (H3N2) sub-clade K telah dilaporkan di 81 negara termasuk Amerika Serikat dan jumlah kasusnya yang dilaporkan di Amerika Serikat sebanyak 1127.," ungkap Widyawati, melansir dari YouTube MerdekaDotCom.
- Pexels/Andrea Piacquadio
Dari sisi gejala, sub-clade K tidak jauh berbeda dengan flu musiman pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
WHO menilai tidak ada peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade atau sub-clade influenza lainnya yang selama ini beredar.
Di kawasan Asia, sub-clade K telah dilaporkan di sejumlah negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.
Meski demikian, tren kasus influenza di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
Hal serupa juga terjadi di Indonesia, di mana varian dominan yang beredar adalah influenza A (H3) dengan tren kasus yang cenderung menurun.
"Dan setelah dilakukan WGS (Whole Genome Sequencing) ini yang selesai pada 25 Desember lalu, diketahui bahwa sub-clade K terdeteksi sejak Agustus 2025 dari laporan 88 Sentinel ILI-SARI di seluruh Indonesia, yaitu di Puskesmas, BKK, dan rumah sakit," jelas Widyawati.
Dari total 62 kasus yang tercatat di delapan provinsi, kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas penderita adalah perempuan, dengan kelompok usia terbanyak 1–10 tahun. Seluruh varian yang ditemukan merupakan varian influenza yang dikenal dan bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.
Load more