News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tolong Jangan Makan Buah ini Jika Usia Anda Sudah Masuk 40 Tahun, dr Cahyono Bilang Bukannya Sehat Malah Jadi Penyakit!

dr Cahyono ungkap buah yang sebaiknya dihindari usia 40 tahun ke atas. Bukannya sehat, justru bisa picu penyakit jika salah pilih dan salah cara makan.
Jumat, 26 September 2025 - 09:05 WIB
Ilustrasi Buah-Buahan
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Buah dikenal sebagai salah satu sumber makanan yang kaya akan vitamin, mineral, serta serat yang baik untuk kesehatan.

Namun, siapa sangka, tidak semua buah baik dikonsumsi di setiap usia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, menurut penjelasan dr Cahyono, ada beberapa jenis buah yang sebaiknya dihindari ketika seseorang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas karena justru bisa memicu penyakit.

dr Cahyono menekankan pentingnya cara makan buah yang benar.

Ia menjelaskan bahwa buah sebaiknya dikonsumsi sebelum makan utama, bukan sesudahnya.

"Bagaimana cara makan buah yang benar? Satu, makanlah buah sebelum makan. Jadi jangan makan buah setelah makan,” ungkap dr Cahyono.

Alasan di balik anjuran ini cukup jelas. Buah memiliki sifat lebih cepat dicerna dibandingkan makanan pokok.

Dengan memakannya sebelum makan, buah akan lebih mudah diproses tubuh tanpa bercampur dengan makanan lain yang lebih berat.

Jika dimakan setelah makan, buah bisa terjebak di atas makanan pokok dalam lambung sehingga menimbulkan fermentasi dan perut terasa tidak nyaman.

Selain cara mengonsumsi, jenis buah yang dipilih juga harus diperhatikan, terutama untuk mereka yang sudah memasuki usia lanjut.

Menurut dr Cahyono, mulai usia 40 hingga 50 tahun ke atas, orang sebaiknya menghindari buah dengan kadar glukosa tinggi atau memiliki indeks glikemik yang tinggi.

“Yang kedua usia di atas 50 tahun, cari buah dengan kadar glukosa yang rendah, kadar indeks glikemik yang rendah,” jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa buah yang sebaiknya dikurangi konsumsinya.

Salah satunya adalah pisang barangan, yang dikenal memiliki rasa manis kuat.

“Misalnya apa? Pisang barangan, tuh sudah mulai jangan dimakan, ganti pisang yang lain yang tidak terlalu manis,” tegas dr Cahyono.

Tak hanya pisang barangan, buah mangga arum manis yang sangat populer di Indonesia juga termasuk dalam kategori yang sebaiknya dihindari, khususnya untuk orang berusia di atas 60 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kandungan gula yang tinggi pada mangga bisa memberikan efek negatif bagi tubuh yang sudah rentan terhadap gangguan metabolisme.

“Mangga arum manis nggak cocok buat bapak yang usia di atas 60 tahun,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT