News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang China, Jepang, dan Korea Tetap Sehat walau Sering Makan Mi Instan, dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasianya, Ternyata...

Dr Zaidul Akbar menyebut, bahwa masyarakat di negara China, Jepang, dan Korea kerap mengonsumsi mi instan. Ia lalu mengungkapkan tips sehatnya. Ternyata...
Selasa, 26 November 2024 - 19:10 WIB
Dr Zaidul Akbar dan Ilustrasi makan mi instan
Sumber :
  • Instagram/zaidulakbar dan Pexels/cottonbro studio

tvOnenews.com - China, Jepang, dan Korea dikenal sebagai salah tiga negara yang memiliki ragam makanan khas dari olahan mi. Olahan mi tersebut tak cuma disajikan berkuah, tapi juga dengan bumbu maupun saus khas bercita rasa unik.

Bahkan, ketiga negara itu juga punya menu olahan mi yang mirip-mirip. Contohnya adalah mi dingin yang kerap disantap saat cuaca panas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di China, salah satu olahan mi dingin tersebut adalah liang mian, sedangkan di Jepang diberi nama hiyashi chuka, lalu di Korea disebut naengmyeon.

 

tvonenews

 

Ketiga negara tersebut memang dikenal memiliki olahan mi yang khas dan dikenal di berbagai belahan dunia. Tak heran, jika mereka menjadikan olahan mi sebagai salah satu santapan sehari-hari.

Tak cuma olahan mi dengan rasa yang khas, orang China, Jepang, dan Korea juga kerap menyantap mi instan. Bahkan, makanan tersebut sudah menjadi santapan sehari-sehari yang bisa disantap kapan pun.

 

Selain harganya yang terjangkau, mi instan juga mudah untuk dimasak, karena tidak memerlukan waktu yang lama.

Lantas, mengapa orang-orang di ketiga negara Asia Timur tersebut bisa tetap sehat, meski kerap mengonsumsi mi instan? Beriktu penjelasan dr Zaidul Akbar.

 

Menurut dokter sekaligus penceramah tersebut, masyarakat dari ketiga negara tersebut memang tidak lepas dari mengonsumsi makanan yang terbuat dari tepung.

“Orang Korea, China, Jepang itu konsumsi mereka tidak lepas dari tepung terutama mie instan,” kata dr Zaidul Akbar.

 “Mie instannya tidak tanggung-tanggung, tapi mereka masih memiliki kualitas kesehatan yang baik," sambungnya.

 

Namun, mengonsumsi mi instan justru kerap dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik di Indonesia. Sebab, dipercaya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan.

Persoalan mengonsumsi mi instan juga disebabkan oleh perbedaan gaya hidup di China, Jepang, dan Korea dengan Indonesia.

 

Menurut dr Zaidul Akbar, masyarakat di tiga negara Asia Timur tersebut punya budaya jalan kaki, di mana itu juga sudah menjadi gaya hidup sehari-hari masyrakatnya.

“Orang-orang di sana suka jalan kaki. Kalau Anda pernah pergi ke Hong Kong itu luar biasa. Saya pernah menghitung ada hampir 14 ribu langkah kalau kita mau naik MRT,” jelas dr Zaidul Akbar. 

“Itu jauh banget 14 ribu langkah, bisa berapa kilo. Jadi setiap hari kebakar (kalorinya). Kalau di kita (di Indonesia) kan nggak gitu masalahnya,” imbuhnya. 

 

Ilustrasi makan mi instan
Ilustrasi makan mi instan
Sumber :
  • Pexels/Kampus Production

 

 

Hal itu tampak berbanding terbalik dengan kebanyakan gaya hidup masyarakat Indonesia yang jarang melakukan jalan kaki. Bahkan untuk sekedar ke minimarket yang terdekat saja harus tetap menggunakan motor.

 

Di sisi lain, dr Zaidul Akbar juga menyoroti bagaimana masyarakat di tiga negara tadi juga sering mengonsumsi olahan bawang-bawangan dan sayur yang sekali habis dalam satu kali konsumsi, bukan masakan yang dipanaskan.

“Bukan masakan yang dipanaskan, sebab pasti akan teroksidasi. Maka Anda lihat di China, Hong Kong jarang terlihat orang gemuk,” katanya.  

 

Dari situlah, dr Zaidul Akbar menyarankan untuk mencontoh pola hidup Nabi Muhammad SAW.

“Nah, harusnya seperti itu karena nabi kita shalallahu alaihi wassalam kalau berjalan kayak orang nurunin bukit,” ujarnya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir, dr Zaidul Akbar menganjurkan kepada umat Islam agar mencontoh pola hidup Nabi Muhammad.

“Ikutin aja cara jalannya Nabi, olahraganya Nabi, pasti sehat,” kata dr Zaidul Akbar soal mie instan. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Tutup Lokasi Tambang, Bupati Bogor Sampai Mohon-mohon ke Gubernur Jawa Barat: Pak Tolong!

KDM Tutup Lokasi Tambang, Bupati Bogor Sampai Mohon-mohon ke Gubernur Jawa Barat: Pak Tolong!

Ribuan warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpia, dan Parungpanjang akhirnya menggeruduk Kantor Bupati Bogor, di Cibinong, Senin (3/5/2026) menuntut Dedi Mulyadi..
Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor geruduk Kantor Pemkab Bogor, menagih janji Gubernur Dedi Mulyadi terkait kompensasi pasca penutupan tambang.
Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120
Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Nasib Tijjani Reijnders di Man City mulai jadi tanda tanya besar. Baru semusim merumput di Liga Inggris, gelandang berdarah Indonesia itu kini diincar Juventus.
Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Para pengguna tol Jakarta-Cikampek (Japek) diimbau untuk memperhatikan adanya pengerjaan rekonstruksi perkerasan jalan yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. 
Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Jean Paul van Gastel gagal mencuri poin bagi PSIM Yogyakarta setelah kalah 1-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin (4/5/2026). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT