News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenali Gejala Endometriosis, Penyakit Yang Ditakutkan Kaum Perempuan

Tahukah kamu, Endometriosis adalah kondisi medis di mana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim (endometrium), namun tumbuh di luar rahim
Minggu, 10 Maret 2024 - 06:43 WIB
Ilustrasi - Nyeri haid. Endometriosis dapat menyebabkan nyeri yang terkadang sangat parah selama periode menstruasi
Sumber :
  • (Pixabay)

Jakarta, tvOnenews.com - Tahukah kamu, Endometriosis adalah kondisi medis di mana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim (endometrium), namun tumbuh di luar rahim. 

Biasanya, endometrium hanya tumbuh di dalam rahim dan dilepaskan setiap bulan selama menstruasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr.dr.Kanadi Sumapraja Sp.OG Subsp.FER, endometriosis dapat menimbulkan konsekuensi pada proses kehamilan.

"Karakter dinding rahim penderita endometriosis agak berbeda dengan non-endometriosis, dan ini sering kali menimbulkan konsekuensi pada proses kehamilan, di mana proses implantasi menjadi tidak optimal," kata Kanadi Sumapraja.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr.dr.Kanadi Sumapraja Sp.OG Subsp.FER

Pada penderita endometriosis, jaringan endometrium yang abnormal dapat ditemukan di organ-organ lain dalam tubuh, seperti ovarium, saluran tuba, atau bahkan permukaan luar rahim. 

"Endometriosis tahap lanjut menimbulkan banyak konsekuensi perlekatan pada rongga perut dan salah satu konsekuensi perlekatan hebat menyebabkan terjadi kerusakan pada saluran tuba kanan kiri, sehingga tidak ada kesempatan untuk terjadinya pertemuan sel telur dan sperma, maka pasien tentu harus mengikuti program bayi tabung," lanjutnya.

Kondisi endometriosis umumnya terjadi pada wanita usia reproduktif, dan gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga parah. 

Gejala endometriosis yang kerap dirasakan biasanya nyeri panggul atau sakit perut yang parah, nyeri saat menstruasi, nyeri saat berhubungan seksual, gangguan menstruasi seperti haid yang tidak teratur atau berlebihan, serta masalah kesuburan yang dapat menyebabkan sulit hamil atau infertilitas. 

Oleh karenanya, penting untuk diingat bahwa gejala endometriosis dapat berbeda-beda antara individu dan mungkin membutuhkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari tenaga medis terampil.

Endometriosis bisa menjadi kondisi yang sangat menyakitkan dan mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. 

Dan hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan endometriosis secara permanen. Meski demikian, ada berbagai opsi pengobatan yang tersedia untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. 

Salah satunya, penggunaan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, terapi hormonal untuk mengontrol pertumbuhan jaringan endometrium yang abnormal, dan prosedur bedah untuk mengangkat atau mengurangi jaringan endometrium yang terinfeksi. 

"Bisa dikatakan endometriosis bukan hanya penyakit yang progresif, namun dengan angka kekambuhan yang tinggi, meskipun sudah terapi obat dan operasi," Lanjut Kanadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemilihan metode pengobatan akan bergantung pada tingkat keparahan gejala, usia, rencana kehamilan, dan preferensi pasien. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kesehatan yang berkualifikasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan individu.

Penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai dari tenaga medis terampil untuk mengelola endometriosis dengan efektif dan mengurangi dampaknya pada kesehatan dan kualitas hidup seorang wanita. (mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT