Jakarta, tvOnenews.com - Marak angka penyakit menular seksual sifilis di Indonesia melonjak tinggi, yang terbaru data di DIY Yogyakarta meningkat drastis per April 2023.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dhelya Widasmara mengatakan kasus sifilis alami peningkatan hingga 70 persen.
Dhelya melansir data yang pernah disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Jubir Kemenkes), Mohammad Syahril mengatakan pada tahun 2018 ada 12.484 kasus dan angka ini terus naik setiap tahunnya.
"Jumlah ini terus mengalami peningkatan dan menjadi 20.783 kasus pada 2022," kata dia, saat dihubungi tvOnenews.com, Jumat (26/5/2023).
"Angka di atas menunjukkan kasus sifilis meningkat hampir 70 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni 2018 sampai 2022 kemarin," sambung dia.
Dokter yang kerap membagikan edukasi kesehatan di media sosial pribadi @dhelya_spkk, menjelaskan rentang usia pengidap sifilis adalah usia produktif 25 hingga 49 tahun.
Sementara, melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, penyakit sifilis atau raja singa juga dilaporkan meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2022).
Dari 12 ribu kasus menjadi hampir 21 ribu kasus dengan rata-rata penambahan kasus setiap tahunnya mencapai 17.000 hingga 20.000 kasus.
Syahril membeberkan presentase pengobatan pada pasien sifilis masih rendah. Pasien ibu hamil dengan sifilis yang diobati hanya berkisar 40 persen pasien. Sisanya, sekitar 60 persen tidak mendapatkan pengobatan dan berpotensi menularkan dan menimbulkan cacat pada anak yang dilahirkan.
“Rendahnya pengobatan dikarenakan adanya stigma dan unsur malu. Setiap tahunnya, dari lima juta kehamilan, hanya sebanyak 25% ibu hamil yang di skrining sifilis. Dari 1,2 juta ibu hamil sebanyak 5.590 ibu hamil positif sifilis,” kata dr. Syahril. (agr/aag)
Load more