News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wow! Nasi Jamblang Kuliner Khas Cirebon Berumur 100 Tahun Lebih

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat, tak mencicipi Nasi Jamblang. Kuliner daerah khas Cirebon ini, telah melegenda sejak sertaus tahun lalu.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 18 Agustus 2021 - 15:06 WIB
Warga tengeh menikmati Nasi Jamblang khas Cirebon
Sumber :
  • tvone

Cirebon, Jawa Barat –  Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat, tak mencicipi Nasi yang terbungkus daun jati atau biasa dikenal dengan Nasi Jamblang. Kuliner daerah khas Cirebon yang melegenda sejak sertaus tahun lalu ini, telah menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan lokal yang berkunjung ke Cirebon.

Sajian unik nasi jambalang ini cukup ikonik, karena nasi disajikan terbungkus daun jati. Bahkan, saat mengkonsumsinya pun langsung diatas daun jati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum menjadi kuliner khas Cirebon yang sangat melegenda, menurut penerus generasi kelima Nasi Jamblang Cirebon, Raden Kusdiman, atau yang biasa dikenal Haji Emon, semula nasi jamblang adalah makanan para buruh pabrik. saat itu moyangnya, Haji Abdul Latief dan istri, Tan Piaw Lung, membagikan nasi jamblang gratis untuk sedekah ke kaum buruh.  

"Tahun 1847 dan 1883 kan di sini ada proyek pembangunan Pabrik Gula Gempol dan Pabrik Spiritus Palimanan, juga stasiun kereta, eyang buyut kami lalu bersedakh kepada para pekerja tersebut dengan membagikan nasi." kata Kusdiman, Kamis (18/8) di Cirebon.

Menurut pria yang dikenal dengan panggilan Haji Emon ini, eyang buyut Mereka adalah salah satu orang terpandang di daerah tersebut dan dikenal sebagai pengusaha pribumi yang sukses.

"Moyang kami pengusaha pribumi yang sukses saat itu. Tan Piaw Lung adalah nama Tionghoa nenek moyang kami, sebelum jadi mualaf dan berganti nama jadi Mbah Pulung. Mereka membagikan nasi jamblang dengan lauk secukupnya sebagai sedekah," ujar Emon.

Saat membagikan nasi, lanjut Emon, eyang buyutnya membungkus nasi tersebut dengan daun jati, karena pada masa lalu, masyarakat belum mengenal kertas nasi, styrofoam atau plastik seperti saat ini. Di kalangan masyarakat Desa Jamblang, daun jati dimanfaatkan sebagai pembungkus nasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menambah kekhasan aroma nasi, pemilihan daun jati sebagai pembungkus nasi,  juga membuat nasi tidak cepat basi. Daun yang berbeda dengan daun pisang ini memiliki tekstur yang kasar.

"Kalau diraba, tekstur daunnya berpori besar. Tidak seperti daun pisang yang rapat-rapat," ungkap Emon.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT