Investasi RI Melejit, Rp497 Triliun Masuk di Awal 2026 dan Serap 627 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Arus investasi ke Indonesia tetap menunjukkan daya tahan kuat di tengah tekanan geopolitik global. Pemerintah memproyeksikan realisasi investasi sepanjang Januari hingga Maret 2026 menembus Rp497 triliun, atau tumbuh sekitar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga.
“Kita masih menunggu sampai tanggal 15 (untuk perhitungan pasti realisasi investasi). Tapi dengan perkembangan ini, Insyaallah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada 3 bulan pertama ini, bisa kami capai yaitu sebesar Rp497 triliun. Berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan,” kata Rosan, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).
Tak hanya dari sisi nilai, lonjakan investasi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, sekitar 627 ribu tenaga kerja terserap atau naik 5,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 594 ribu orang.
“Penyerapan terhadap kerja diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen (secara tahunan),” ujar Rosan.
Dominasi sektor hilirisasi kembali menjadi penopang utama derasnya arus modal. Program ini menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk, mempertegas strategi pemerintah dalam mendorong nilai tambah industri dalam negeri.
“Program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, terutama memang kalau kita lihat hilirisasi, masih menjadi salah satu kontributor yang besar. Kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia,” ia menerangkan.
Secara sektoral, industri logam dasar menjadi magnet utama dengan nilai investasi mencapai Rp67 triliun. Disusul sektor transportasi, pergudangan, dan logistik sebesar Rp54 triliun, serta pertambangan Rp 51 triliun.
Sektor jasa lainnya—termasuk pusat data—menyumbang Rp43 triliun, sementara perumahan dan kawasan industri mencapai Rp36 triliun.
Dari sisi wilayah, Jakarta masih menjadi tujuan utama investasi dengan realisasi Rp74 triliun. Jawa Barat mengikuti dengan Rp72 triliun, kemudian Jawa Timur Rp38 triliun, Sulawesi Tengah Rp34 triliun, dan Banten Rp33 triliun.
Sementara itu, aliran penanaman modal asing masih didominasi oleh negara-negara besar seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Load more