DPR Sorot Kuota Mudik Kapal Gratis Masih Jawasentris, Warga Timur Terpinggirkan
- tim tvone - zainal ashari
Jakarta, tvOnenews.com - Program stimulus transportasi laut untuk angkutan Lebaran 2026 disorot DPR RI. Kuota tiket gratis dan diskon kapal dinilai masih terpusat di Pulau Jawa dan belum menyentuh secara adil wilayah kepulauan di Indonesia Timur.
Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty mendesak pemerintah agar program mudik gratis dan potongan harga tiket kapal tidak bersifat Jawasentris.
“Jangan sampai program tiket gratis dan diskon ini hanya ke arah Jawa saja. Masyarakat di Maluku, Papua, dan wilayah timur lainnya juga butuh perhatian yang sama,” kata Saadiah, Rabu (25/2/2026).
Ia menilai kebijakan yang berjalan saat ini belum sepenuhnya menjangkau warga di wilayah kepulauan seperti Maluku dan Papua, yang sangat bergantung pada transportasi laut.
“Kami menuntut perluasan kuota mudik gratis hingga ke pelosok timur Indonesia agar keadilan itu dirasakan merata,” desaknya.
Menurut Saadiah, bagi masyarakat kepulauan, kapal laut bukan sekadar pilihan, melainkan jalur vital yang tidak tergantikan.
Karena itu, distribusi bantuan transportasi harus merata dan tidak berorientasi pada wilayah tertentu.
Ia meminta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengevaluasi kembali alokasi kuota, terutama pada trayek perintis yang melayani masyarakat berpenghasilan rendah.
Tak hanya soal kuota, Saadiah juga menyoroti kesiapan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi pintu utama arus penumpang menuju Indonesia Timur.
Dengan prediksi lonjakan penumpang mencapai puluhan ribu orang, ia mengingatkan kualitas fasilitas kapal dan terminal tidak boleh diabaikan.
“Pelayanan harus ditingkatkan, jangan ada lagi keluhan soal makanan yang tidak layak. Kapasitas juga harus diawasi ketat, jangan dipaksakan melebihi batas,” tegasnya.
Berdasarkan data operasional, PELNI menyiapkan 50.000 tiket gratis kelas ekonomi serta potongan harga 30 persen untuk 25 kapal penugasan pelayanan publik (PSO) yang berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
Komisi V mencatat dua rute dengan pergerakan tertinggi dari Jawa Timur, yakni Balikpapan–Surabaya sebanyak 14.025 penumpang dan Makassar–Surabaya 11.714 penumpang.
Dua jalur ini diperkirakan menjadi titik krusial pengawasan selama puncak arus mudik. (rpi/rpi)
Load more