China Conference Southeast Asia 2026, Anindya Bakrie Tegaskan Posisi RI-Tiongkok sebagai Hub Ekonomi Kawasan
- SCMP
“South China Morning Post telah menjalin kemitraan strategis dengan KADIN Indonesia, yang memungkinkan pertukaran wawasan mengenai Tiongkok dan Indonesia, masing-masing sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, untuk disampaikan kepada pembaca global SCMP, para pemimpin bisnis utama, dan pengambil keputusan di kawasan,” kata Tammy Tam.
Pelaksanaan China Conference: Southeast Asia 2026 menjadi salah satu hasil konkret kemitraan strategis SCMP dan KADIN Indonesia.
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat pertukaran perspektif antara Tiongkok, Indonesia, dan Asia Tenggara, sekaligus mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan investor dalam dialog yang berorientasi pada kolaborasi jangka panjang.
Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai konferensi ini relevan dalam mendorong kerja sama bisnis dan investasi kawasan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada China Conference: Southeast Asia dan South China Morning Post atas terselenggaranya forum yang mempertemukan para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan inovator untuk berdialog secara terbuka dan konstruktif mengenai masa depan kawasan kita,” ungkap Anindya Bakrie.
“Saya percaya Tiongkok, Indonesia, dan Asia Tenggara secara lebih luas dapat menjadi mesin dan pusat produksi pertumbuhan global penting dalam beberapa dekade mendatang. Kita dapat menjadi penggerak pertumbuhan dengan mendorong permintaan, inovasi, dan model bisnis baru di pasar yang mencakup lebih dari dua miliar penduduk,” jelas CEO Bakrie & Brothers tersebut.
Dalam konferensi ini, Danantara Indonesia berperan sebagai country host partner.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan visi dan prinsip pengelolaan lembaga tersebut.
“Danantara Indonesia adalah bank talenta. Tugas kami adalah menarik talenta global terbaik ke Indonesia untuk mendorong organisasi ini ke depan. Kami belajar dari praktik yang diterapkan Hong Kong dalam menarik modal, sekaligus memperkuat transparansi, supremasi hukum, dan mengomunikasikan kisah Indonesia dengan lebih baik kepada dunia.”
“Sebagai sovereign fund, kami memiliki tujuan utama yang jelas: Danantara harus dikelola untuk menghasilkan keuntungan. Tidak boleh ada politisi di dalam perusahaan, pengelolaannya harus sepenuhnya profesional. Kami juga menerapkan business judgment rule, sehingga keputusan diambil berdasarkan pertimbangan komersial yang sehat tanpa rasa takut terhadap kriminalisasi. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memposisikan Indonesia sebagai tujuan investasi global jangka panjang yang kredibel,” kata Pandu.
Load more