News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Beri Nilai 50 dari 100 untuk Kinerja Menpar Widi: Harga Tiket Mahal, Anggaran Habis di Internal

Kebijakan pariwisata, oleh DPR, dinilai belum mampu menjadi mesin penggerak ekonomi hingga ke pelaku wisata di tingkat bawah.
Rabu, 4 Februari 2026 - 17:48 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.
Sumber :
  • Dok Kemenpar RI

Jakarta, tvOnenews.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Sudibyo memberikan nilai 50 terhadap kinerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. 

Penilaian itu disampaikan menyusul kebijakan pariwisata yang dinilai belum mampu menjadi mesin penggerak ekonomi hingga ke pelaku wisata di tingkat bawah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” kata Yoyok dalam rapat kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Yoyok mengakui pariwisata kerap diklaim sebagai penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja besar.

Namun, menurutnya, kebijakan yang diambil sepanjang tahun lalu masih memiliki banyak celah.

“Kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin itu kan masih banyak celah dan bolongnya,” ujarnya.

Ia menekankan, kebijakan pariwisata ke depan seharusnya benar-benar diposisikan sebagai mesin ekonomi. Karena itu, penyerapan anggaran harus menyentuh langsung pelaku wisata di lapangan, bukan justru habis di internal kementerian.

“Penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau seminar sana-seminar sini,” tegas Yoyok.

Yoyok juga mengkritik arah kebijakan Kementerian Pariwisata yang dinilainya lebih menonjolkan penyelenggaraan acara ketimbang penguatan sektor dasar pariwisata.

“Jangan pula kementerian Ibu itu malah justru kayak sebagai EO aja. Luar biasa gemanya, cuma nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya,” katanya.

Ia menyinggung banyaknya objek wisata daerah dan desa wisata yang bangkrut meski dibangun menggunakan uang negara.

“Ibu tahu nggak data Pemda yang punya objek wisata yang pada bangkrut? Duit negara lho itu. Ibu tahu nggak desa wisata yang dibuat oleh dana desa yang habis?” ucapnya.

Yoyok mencontohkan Umbul Ponggok sebagai model pengelolaan wisata desa yang berhasil dan seharusnya dijadikan rujukan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Umbul Ponggok, satu objek wisata bisa ngasih dividen seluruh KK yang ada di desa itu,” ujarnya.

Selain soal anggaran, Yoyok menyoroti mahalnya harga tiket dan kondisi infrastruktur menuju objek wisata yang dinilai masih banyak bermasalah.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT