Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
“Dan ini menciptakan serangkaian industri baru beserta ekosistemnya, bukan? Dan banyak pemain, terutama dari Tiongkok, mereka membangun fasilitas di sini. Jadi, elektrifikasi tentu merupakan satu hal yang dapat mendorong pertumbuhan ini,” paparnya.
Selain elektrifikasi, Anindya menekankan pentingnya hilirisasi mineral kritis sebagai fondasi ekonomi hijau Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya unggul di nikel, tetapi juga memiliki cadangan strategis mineral lain.
“Dan hal kedua adalah hilirisasi mineral kritis. Sekarang orang-orang berbicara tentang nikel, 60 persen dari produksi dunia terjadi di sini, tetapi juga jangan lupakan kobalt, tembaga, dan juga bauksit. 10 persen dari produksinya terjadi di sini,” ujarnya.
Menurut Anindya, potensi mineral tersebut sebagian besar berada di kawasan Indonesia timur, sehingga hilirisasi juga berpeluang mendorong pemerataan pembangunan nasional.
“Dan ini banyak terjadi di bagian timur Indonesia, sehingga Anda juga dapat membawa pemerataan dalam pertumbuhan Indonesia,” pungkasnya.
Pernyataan Anindya menegaskan posisi dunia usaha dalam mendorong transisi hijau sebagai jalan strategis bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing global sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (agr/rpi)
Load more