Saham Bank Himbara Tertekan hingga Tengah Hari saat IHSG Ambruk di Awal Pekan
- Bank Mandiri
Jakarta, tvOnenews.com – Saham-saham bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bergerak melemah hingga waktu istirahat siang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026), seiring tekanan besar yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pembukaan.
IHSG pada awal perdagangan dibuka turun 70,36 poin atau 0,84 persen ke level 8.259,25. Tekanan jual tersebut langsung menjalar ke sektor perbankan, khususnya saham-saham bank besar BUMN yang selama ini menjadi tulang punggung likuiditas pasar.
Meski indeks LQ45 tercatat menguat tipis 0,11 persen ke posisi 834,44, pergerakan saham bank-bank pelat merah justru mayoritas berada di zona merah hingga jelang jeda siang.
Berdasarkan pantauan perdagangan hingga sekitar pukul 12.30 WIB, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 0,83 persen ke level Rp4.780 per saham. Saham BMRI sempat bergerak di rentang Rp4.730 hingga Rp4.920, dengan tekanan jual yang relatif konsisten sejak pembukaan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga melemah 0,45 persen ke level Rp4.470 per saham. Sepanjang sesi pagi, saham BBNI bergerak di kisaran Rp4.400–Rp4.580, mencerminkan tekanan pasar yang cukup merata di sektor perbankan besar.
Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) cenderung stagnan di level Rp3.810 per saham hingga menjelang lunch break. Meski sempat bergerak fluktuatif di awal sesi, saham BBRI berhasil bertahan di area penutupan sebelumnya, menunjukkan tekanan jual yang relatif lebih terbatas dibandingkan bank BUMN lainnya.
Adapun saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat pelemahan paling dalam di antara jajaran Himbara. Hingga tengah hari, saham BBTN turun sekitar 1,63 persen ke level Rp1.210 per saham, setelah bergerak di kisaran Rp1.200–Rp1.260 sepanjang sesi pagi.
Tekanan pada saham-saham perbankan BUMN ini terjadi di tengah sentimen negatif pasar global dan domestik yang mendorong investor melakukan aksi jual sejak pembukaan perdagangan. Meski demikian, secara fundamental, kinerja bank-bank Himbara dinilai masih solid, dengan rasio permodalan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan menghasilkan laba yang stabil.
Load more