Tekan Stunting, Program TJSL Pertamina Patra Niaga Digadang Mulai Berdampak Luas
- Pertamina
Berdasarkan pendataan awal, tercatat 18 anak terindikasi dan hampir terindikasi stunting di wilayah tersebut. Setelah penyaluran PMT melalui tiga Posyandu, jumlah anak yang masih terindikasi stunting berhasil ditekan menjadi empat anak atau turun sekitar 75 persen dari kondisi awal.
Hasil panen hidroponik dimanfaatkan langsung sebagai bahan PMT bagi balita sekaligus mendorong peran aktif ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Di wilayah Jawa, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjalankan program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Program ini menitikberatkan pada peningkatan kesehatan masyarakat pesisir melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta penguatan peran Posyandu dan PAUD, termasuk di PAUD Bunga Seroja dan PAUD Nyi Mas Ayu.
Data desa menunjukkan jumlah balita stunting di wilayah tersebut mengalami penurunan bertahap, dari 32 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025. Penurunan ini sejalan dengan pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan kesehatan yang mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.
Roberth menambahkan bahwa seluruh program TJSL kesehatan yang berfokus pada pemenuhan gizi tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutupnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan perannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berkomitmen mendukung pembangunan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai daerah. (rpi)
Load more