Airlangga Paparkan Kinerja Ekonomi RI sampai Akhir 2025, Neraca Perdagangan Surplus dan IHSG Meroket: Tahun Depan akan Positif
- youtube setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia hingga akhir tahun 2025 tetap terjaga dengan baik.
Hal itu karena kinerja pasar keuangan juga menunjukkan tren positif. Tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat rekor tertinggi sejak Januari, serta menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar saham dengan performa terbaik di Asia.
"Situasi indikator ekonomi makro sampai akhir tahun ini masih baik, termasuk terkait dengan indeks harga saham pun all time high dari Januari naik 20 persen dan ini salah satu tertinggi di Asia," ujar Airlangga saat laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, dikutip Selasa (16/12/2025).
Airlangga menjelaskan, kinerja sektor eksternal juga masih solid. Neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus sebesar 2,39 miliar dolar AS.
Sementara itu, pada transaksi berjalan tahun 2025, Indonesia membukukan surplus sekitar 4 miliar dolar AS, meski sektor keuangan mengalami defisit sebesar 8,1 miliar dolar AS.
Di sisi lain, posisi cadangan devisa nasional tetap kuat dengan nilai sekitar 150 miliar dolar AS, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menghadapi dinamika global.
Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit tetap berada di jalur positif dengan capaian 7,36 persen.
Selain itu, kebijakan fiskal pemerintah turut mendorong likuiditas melalui pertumbuhan uang primer sebesar 13,3 persen atau setara Rp2.136 triliun.
Berdasarkan sejumlah indikator tersebut, Airlangga menyatakan optimisme bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini dapat tercapai sesuai rencana, yakni sebesar 5,2 persen.
"Tahun depan akan positif, dan juga tahun ini dengan tadi sebagian dari kementerian/lembaga, penggunaan anggarannya juga baik. Maka target 5,2 persen tahun ini insya Allah tercapai dan kuartal 4 juga insya Allah kenaikannya di atas 5,4 persen," kata Airlangga.
Sedangkan untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah mendorong konsumsi masyarakat melalui berbagai program belanja Natal dan Tahun Baru (Nataru), baik melalui belanja daring maupun ritel nasional.
Selain konsumsi, sektor pariwisata juga terus digerakkan melalui penyelenggaraan berbagai agenda nasional sepanjang Desember.
Load more