News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DTSEN Jadi Acuan untuk Tetapkan Calon Siswa Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo: Menjemput Anak-Anak Paling Rentan

Wamensos Agus Jabo mengungkap bahwa pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penetapan calon siswa Sekolah Rakyat.
Sabtu, 22 November 2025 - 04:02 WIB
Ilustrasi Sekolah Rakyat
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah saat ini terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem melalui program Sekolah Rakyat (SR).

Program ini menjadi langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk menjamin seluruh anak Indonesia mendapatkan hak dasarnya atas pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui pendekatan berbasis data dan verifikasi lapangan, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada anak miskin ekstrem yang tertinggal dari kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa tujuan utama program Sekolah Rakyat adalah memberi peluang seluas-luasnya bagi anak-anak marginal agar dapat bersekolah dan melepaskan diri dari jerat kemiskinan. Ia menilai program ini merupakan intervensi strategis negara untuk memangkas kesenjangan akses pendidikan.

“Semua anak Indonesia harus sekolah, baik yang kaya maupun yang miskin. Negara tidak boleh membiarkan satu pun anak tertinggal,” katanya dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) NgobrolINdonesia yang mengangkat tema 'Menembus Batas Lewat Sekolah Rakyat', dikutip Jumat (22/11/2025).

Berdasarkan data Kemensos, terdapat sekitar 4 juta anak Indonesia yang tidak sekolah, putus sekolah, atau belum pernah mengeyam pendidikan. Untuk menjangkau kelompok paling rentan, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penetapan calon siswa. Pendekatan berbasis data ini membuat proses identifikasi anak dari keluarga miskin ekstrem menjadi lebih tepat.

Setelah itu, pendamping PKH, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah melakukan verifikasi lapangan sebelum penetapan nama siswa. Mekanisme ini disusun agar program benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan.

Agus Jabo menilai, penggunaan data terpadu menjadi fondasi penting dalam perbaikan tata kelola sasaran bantuan pendidikan.

“Untuk pertama kalinya, kita punya data tunggal yang membuat kita bisa menjemput anak-anak paling rentan secara tepat dan tidak salah sasaran,” kata dia.

Lingkungan belajar di Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school, sehingga siswa tinggal di asrama dan mendapatkan pendampingan penuh setiap hari.

Meski ditujukan bagi keluarga miskin ekstrem, fasilitasnya dibuat setara dengan sekolah unggulan, mulai dari ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, dapur, lapangan olahraga, hingga ruang ibadah.

Setiap siswa menerima laptop dan seragam lengkap untuk mendukung pembelajaran digital. Anak-anak juga mendapatkan makan tiga kali sehari dan dua kali snack, yang membuat kondisi gizi mereka meningkat. Dari berbagai pengamatan, Agus Jabo memaparkan bahwa perubahan perilaku mulai terlihat pada siswa yang sebelumnya hidup di situasi kurang kondusif, seperti bekerja serabutan, menjadi tukang parkir, atau pernah berhenti sekolah bertahun-tahun. Kini mereka belajar hidup disiplin dan berinteraksi positif di lingkungan asrama.

Ia menegaskan pentingnya peran para pendidik dalam proses transformasi tersebut. “Guru-guru di Sekolah Rakyat harus menjadi orang tua kedua—bukan sekadar mengajar, tetapi memulihkan, membimbing, dan menanamkan nilai hidup baru,” tegasnya.

Kurikulum Sekolah Rakyat disusun fleksibel melalui konsep multientry–multiexit, sehingga anak-anak dengan kemampuan akademik dan kondisi sosial yang beragam dapat mengikuti pembelajaran sesuai ritme masing-masing. Siswa juga dibekali pendidikan karakter, kedisiplinan, serta keterampilan vokasi yang disesuaikan dengan potensi daerah, seperti perikanan di wilayah pesisir atau pertanian di kawasan agraris.

Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya menerima pelajaran akademik, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal hidup setelah lulus. Menurut Agus Jabo, hal inilah yang menjadi pembeda Sekolah Rakyat dengan sekolah umum.

“Anak-anak harus pintar, berkarakter, dan terampil, tiga syarat agar mereka benar-benar siap keluar dari lingkaran kemiskinan,” imbuh dia.

Intervensi program tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga keluarga mereka. Kementerian Sosial memberdayakan orang tua dan membantu memperbaiki rumah tidak layak huni. Salah satunya dialami seorang ibu di Temanggung dengan penghasilan sekitar Rp900.000 per bulan yang hidup bersama empat anaknya. Perbaikan rumah dan pendampingan keluarga membuatnya kembali memiliki harapan.

Menurut Agus Jabo, pendekatan menyeluruh ini dirancang agar anak dapat belajar tanpa beban ekonomi keluarga.

“Anaknya kita sekolahkan, orang tuanya kita berdayakan, rumahnya kita perbaiki. Begitulah cara kita memastikan mereka tidak kembali ke lingkaran kemiskinan,” jelasnya.

Ia menuturkan, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Banyak siswa yang awalnya malu atau tidak percaya diri kini mulai berani bermimpi dan menyampaikan cita-citanya.

Anak-anak yang sebelumnya belum bisa membaca kini mengalami peningkatan akademik signifikan, sementara pemenuhan gizi membuat kondisi fisik mereka jauh lebih sehat.

“Perubahan mereka luar biasa. Dari anak yang kehilangan arah menjadi anak yang kembali berani bermimpi,” ucap dia.

Agus Jabo menyebut keberhasilan di tahun pertama tidak terlepas dari kerja sama lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah. Pemerintah berhasil membangun 166 sekolah rintisan, melampaui target awal 100 sekolah yang ditetapkan Presiden.

Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk memastikan masa depan lulusan, Kementerian Sosial menggandeng BUMN, perusahaan swasta, dan perguruan tinggi. Siswa berprestasi disiapkan jalur masuk tanpa tes, sementara peluang kerja difasilitasi bagi mereka yang ingin langsung bekerja.

“Tidak ada gunanya membangun sekolah jika setelah lulus mereka kembali ke habitat kemiskinan. Masa depan mereka harus dipastikan sejak sekarang,” pungkas Agus Jabo. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA membuka peluang empat pemain keturunan memperkuat Timnas Indonesia saat lawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026, mereka bisa jadi senjata baru skuad Garuda.
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT