News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Target Kalahkan Malaysia! Ambisi Jadi Ekonomi Syariah Nomor Satu Dunia pada 2029

Indonesia menargetkan menjadi ekonomi syariah nomor satu dunia pada 2029, mengejar Malaysia dan Arab Saudi lewat penguatan regulasi dan ekosistem halal.
Jumat, 14 November 2025 - 16:32 WIB
Indonesia Target Kalahkan Malaysia! Ambisi Jadi Ekonomi Syariah Nomor Satu Dunia pada 2029
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia memasang target besar: menjadi negara dengan ekosistem ekonomi syariah terbaik di dunia pada 2029. Ambisi ini bukan sekadar wacana, melainkan strategi nasional yang diproyeksikan bakal menggeser Malaysia dan Arab Saudi yang selama bertahun-tahun mendominasi peringkat global.

Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosy Wediawaty, mengatakan pemerintah kini semakin serius mempercepat pengembangan ekonomi syariah secara sistematis. Langkah pertama yang disebut paling krusial adalah memasukkan agenda ekonomi syariah ke dalam dokumen perencanaan nasional dan daerah, sesuatu yang sebelumnya tak pernah dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dulu sama sekali tidak ada ekonomi syariah di dokumen perencanaan. Padahal itu acuan pembangunan. Kalau di perencanaan saja tidak muncul, siapa yang akan menjalankan?” ungkap Rosy di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Belajar dari Negara Non-Muslim yang Sudah Melaju

Rosy menjelaskan kesadaran Indonesia untuk memperkuat sektor syariah justru muncul setelah melihat negara-negara non-muslim seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Filipina yang telah lebih dahulu serius menggarap industri ini. Padahal Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan pangsa pasar yang sangat besar.

“Potensinya besar, perputaran uangnya besar, dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kita targetkan mengejar Malaysia,” ujarnya.

Rosy menegaskan posisi Arab Saudi diprediksi lebih mudah disalip karena selisih skor dalam penilaian global tidak terlalu jauh. Tantangan utama justru ada pada Malaysia yang selama 11 tahun berturut-turut tidak tergeser dari posisi pertama.

Indonesia Yakin Lebih Unggul di Event dan Ekosistem Syariah

Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Inza Putra, menilai Indonesia memiliki kekuatan signifikan di bidang penyelenggaraan program ekonomi syariah berskala internasional.

Ia mencontohkan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang disebut jauh lebih terstruktur dibandingkan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS).

“ISF itu ada VESA, ada Road to ISF. Kalau MIHAS ya langsung MIHAS saja, tidak ada pra-kegiatan. Memang sekarang mereka punya VESA, tapi kita lebih komprehensif,” ujar Inza.

Inza juga menyebut semakin banyak kementerian dan lembaga yang aktif mengembangkan program ekonomi syariah. Hal tersebut menjadi momentum kuat untuk mempercepat pencapaian target Indonesia.

Dengan regulasi dan kolaborasi yang semakin menguat, ia optimistis Indonesia mampu menduduki peringkat pertama dunia pada akhir 2029.

“Insya Allah kita bisa mengalahkan Malaysia segera. Akhir 2029, insya Allah,” tegasnya.

Posisi Indonesia Saat Ini: Peringkat 3 Dunia

Dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report edisi Juli 2025, Malaysia masih memimpin peringkat global ekonomi syariah selama 11 tahun berturut-turut. Arab Saudi berada di posisi kedua, sementara Indonesia menempati peringkat ketiga.

Peringkat tersebut dinilai dari empat indikator utama:

  • sektor makanan halal

  • keuangan syariah

  • pariwisata ramah muslim

  • fesyen modest

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan roadmap baru, integrasi lintas kementerian, serta fokus memperkuat industri halal nasional, Indonesia yakin dapat berlari lebih cepat menuju posisi nomor satu dunia.

Ambisi besar ini menjadi sinyal bahwa ekonomi syariah bukan hanya potensi, tetapi juga menjadi salah satu motor pertumbuhan nasional menjelang 2030. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120
Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Nasib Tijjani Reijnders di Man City mulai jadi tanda tanya besar. Baru semusim merumput di Liga Inggris, gelandang berdarah Indonesia itu kini diincar Juventus.
Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Para pengguna tol Jakarta-Cikampek (Japek) diimbau untuk memperhatikan adanya pengerjaan rekonstruksi perkerasan jalan yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. 
Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Jean Paul van Gastel gagal mencuri poin bagi PSIM Yogyakarta setelah kalah 1-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin (4/5/2026). 
RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

Rumah sakit memperkenalkan layanan stem cell dan secretome yang dikembangkan.
Testing Embed Social Media

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social MediaTesting Embed Social MediaTesting Embed Social Media

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT