News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapan Prabowo Bertemu Trump Bahas Tarif 32%? 

Istana sebut belum ada jadwal resmi pertemuan Presiden Prabowo dan Donald Trump terkait tarif 32%. Tim ekonomi RI dipimpin Airlangga tengah bernegosiasi di AS.
Jumat, 11 Juli 2025 - 14:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto di 17th BRICS Summit Rio de Janeiro, Brazil.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Wacana pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuat, menyusul keputusan terbaru pemerintahan Trump yang tetap menetapkan tarif impor sebesar 32% terhadap produk asal Indonesia mulai 1 Agustus 2025.

Pemerintah Indonesia terus berupaya menegosiasikan ulang kebijakan tarif resiprokal tersebut. Tim ekonomi yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ini tengah berada di Washington DC untuk melanjutkan pembicaraan dengan pihak AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski negosiasi teknis terus dilakukan, pertanyaan besar pun muncul: apakah Presiden Prabowo akan bertemu langsung dengan Presiden Trump untuk mempercepat tercapainya kesepakatan?

Menanggapi hal itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa wacana pertemuan dua kepala negara memang ada, namun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan hingga saat ini.

"Belum, belum, belum diatur jadwalnya. Tentu ada (keinginan pertemuan), sebagai upaya tentu ada, tapi kami belum bisa pastikan akan ada pertemuan dengan Trump," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (11/7/2025).

Prasetyo menambahkan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan tim negosiasi di bawah Airlangga dapat meraih hasil terbaik untuk Indonesia. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kelancaran proses negosiasi tersebut.

"Tim ekonomi kita sudah berada di AS, dipimpin Menko Airlangga, untuk terus melakukan negosiasi. Kita berharap apa yang menjadi kebijakan pemerintah Amerika Serikat bisa ditinjau kembali dan menguntungkan perdagangan kedua negara," jelasnya.

Sebelumnya, Indonesia telah mengajukan paket penawaran senilai US$ 34 miliar atau sekitar Rp 547 triliun untuk mengurangi surplus neraca dagang Indonesia terhadap AS. Paket tersebut mencakup rencana impor komoditas dari AS, seperti energi dan pertanian.

Namun sejauh ini, tidak ada tawaran baru yang disampaikan pemerintah Indonesia. Prasetyo menyebut penawaran tersebut sudah cukup merepresentasikan itikad baik dari Indonesia untuk menyeimbangkan hubungan dagang kedua negara.

"Untuk sementara tidak ada (tawaran baru). Karena tawaran yang sebelumnya sudah menjawab tuntutan dari pihak AS," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, dalam pertemuan terakhir pada 9 Juli 2025 lalu, Airlangga dan tim bertemu Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Keduanya sepakat untuk melanjutkan perundingan intensif dalam tiga minggu ke depan dengan saling menghormati posisi masing-masing.

Kesepakatan ini diharapkan bisa menjadi dasar untuk meninjau ulang kebijakan tarif yang telah ditetapkan serta memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Timnas Indonesia: Vietnam Sindir Ucapan John Herdman, Bulgaria Akui Garuda Lebih Oke, Media Malaysia Tak Habis Pikir

Terpopuler Timnas Indonesia: Vietnam Sindir Ucapan John Herdman, Bulgaria Akui Garuda Lebih Oke, Media Malaysia Tak Habis Pikir

Kiprah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 memang berakhir tanpa trofi. Sorotan dari Vietnam, Bulgaria hingga Malaysia menjadi topik yang mencuri perhatian.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Tajam Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Tajam Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Menko Polkam: Pelaku Serangan di Lebanon Harus Dihukum

Menko Polkam: Pelaku Serangan di Lebanon Harus Dihukum

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago secara tegas meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) transparan dalam melakukan
Ono Surono Berpeluang Kembali Dipanggil KPK Setelah Dilakukan Penggeledahan di Rumahnya

Ono Surono Berpeluang Kembali Dipanggil KPK Setelah Dilakukan Penggeledahan di Rumahnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan memanggil kembali Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono usai penggeledahan di rumahnya.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun terus menuai reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, simpati datang dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang mengaku sedih melihat nasib Gli Azzurri.
Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga saksi terkait kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Depok yang menyeret I Wayan Eka Mariarta selaku Ketua PN Depok

Trending

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Seperti diketahui, warga Bekasi dikejutkan dengan insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) gas di awasan Cimuning Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi
Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Pimpinan Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, memberikan apresiasi atas kinerja korporasi sejumlah entitas tambang yang tergabung dalam holding MIND ID sepanjang
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP). Legislator PDIP itu
Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga saksi terkait kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Depok yang menyeret I Wayan Eka Mariarta selaku Ketua PN Depok
Kabar Gembira untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Sebut Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah Sudah di Depan Mata

Kabar Gembira untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Sebut Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah Sudah di Depan Mata

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan renovasi puluhan ribu rumah di Jawa Barat. Warga kini bisa daftar langsung, program dimulai April dan dorong ekonomi daerah.
Media Malaysia Tak Habis Pikir, Padahal Timnas Indonesia Gagal Juara tapi Tetap Dipandang Positif

Media Malaysia Tak Habis Pikir, Padahal Timnas Indonesia Gagal Juara tapi Tetap Dipandang Positif

Kegagalan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA Series 2026 menjadi sorotan media Malaysia. Meski gagal lawan Bulgaria, skuad Garuda tetap dipandang positif.
Resmi! FIFA Umumkan Ranking Terbaru Hari Ini, Timnas Indonesia Turun Lagi, Malaysia Terjun Bebas

Resmi! FIFA Umumkan Ranking Terbaru Hari Ini, Timnas Indonesia Turun Lagi, Malaysia Terjun Bebas

Ranking FIFA Timnas Indonesia turun ke posisi 122 usai dikudeta Togo. Sementara itu, Malaysia terjun bebas 17 peringkat akibat skandal pemain naturalisasi ilegal.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT