News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggaran Rp4,7 Triliun, Kemenkes Kebut Cek Kesehatan Gratis Sasar 100 Juta Orang hingga 2025

Kemenkes mencatat dalam sebulan terakhir, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 200 ribu orang per hari.
Kamis, 12 Juni 2025 - 18:23 WIB
Ilustrasi Cek Kesehatan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimis untuk memenuhi target 100 juta penerima manfaat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2025.

Terlebih, capaian sementara serta dukungan program CKG di lingkungan sekolah yang akan dilaksanakan Agustus mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, laju pemeriksaan terus menunjukkan tren positif, menjadi dasar kuat bagi Kemenkes untuk memperkirakan tercapainya target besar tersebut.

Strategi jemput bola melalui institusi pendidikan juga diyakini akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan cakupan peserta.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi dalam konferensi pers daring yang digelar dari Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Ia menyebutkan, dalam sebulan terakhir, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG mencapai 200 ribu orang per hari.

Artinya, dalam kurun waktu satu bulan, sekitar empat juta orang telah memanfaatkan fasilitas kesehatan preventif ini.

“Nanti kita berharap bisa sampai 5-6 juta, sehingga di bulan yang tersisa, itu masih ada 6 atau 7 bulan, kita bisa dapat tambahan 30-40 juta. Itu setengah dari target kita,” kata Endang.

Ia menambahkan, sekitar 50 juta pelajar akan terjangkau melalui program CKG yang difokuskan di sekolah-sekolah. Dengan kombinasi dua pendekatan ini, Endang optimistis target 100 juta peserta dapat direalisasikan.

Endang menekankan, CKG bukan sekadar program layanan, melainkan bagian dari transformasi budaya hidup sehat di masyarakat. Tujuannya adalah mendorong masyarakat lebih aktif memeriksakan kesehatannya sebelum jatuh sakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada Februari 2025, sebanyak 8,7 juta orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti CKG. Dari jumlah tersebut, 8,2 juta telah menggunakan layanan tersebut.

Ia menjelaskan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan cakupan peserta CKG terbanyak. Budi juga menyoroti tren menarik, yaitu tingkat partisipasi perempuan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki dalam program ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Prita Laura menyebut CKG sebagai salah satu program pemeriksaan kesehatan berskala besar di dunia.

Program ini menargetkan seluruh penduduk Indonesia, yakni 280 juta jiwa, selama lima tahun, dimulai dari 60 juta orang di tahun pertama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT