News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Baja Pamit dari Priok! 10 Ribu Ton Baja Lapis Seng Dikirim AM/NS Indonesia ke Amerika

AM/NS Indonesia ekspor 10 ribu ton baja lapis seng ke AS senilai Rp160 miliar, targetkan ekspansi pasar ke Eropa, Kanada, dan Australia.
Kamis, 1 Mei 2025 - 13:51 WIB
Baja Pamit dari Priok! 10 Ribu Ton Baja Lapis Seng Dikirim AM/NS Indonesia ke Amerika
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com – Langit Pelabuhan Tanjung Priok kembali menyaksikan deru ekspor besar. Sebanyak 10.000 ton produk baja lapis seng atau galvanize steel buatan anak bangsa resmi diberangkatkan ke Amerika Serikat oleh PT AM/NS Indonesia, Rabu (30/4/2025).

Tak tanggung-tanggung, nilai ekspor kali ini tembus 10 juta dolar AS atau setara Rp160 miliar. Ini bukan cuma soal angka, tapi simbol bahwa baja Indonesia masih diperhitungkan di panggung industri global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ekspor ini adalah langkah strategis kami untuk memperluas jangkauan dan memperkuat posisi di pasar global,” ujar President Director AM/NS Indonesia, Murali Krishna Chunduru, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/5).

Amerika dan Kanada Jadi Ladang Utama, Eropa hingga Australia Menyusul

Amerika Serikat dan Kanada kini menjadi dua pasar ekspor utama bagi AM/NS. Targetnya pun agresif: 5.000–6.000 ton per bulan untuk AS dan 3.000–4.000 ton per kuartal untuk Kanada. Namun perusahaan tak berhenti di sana.

"Pasar Eropa, Malaysia, hingga Australia sedang kami bidik," ungkap Murali. Peluang terbuka lebar seiring kebijakan proteksi dagang dari berbagai negara yang justru membuka celah bagi pemasok baru seperti Indonesia.

Baja Impor Nakal Ganggu Nafas Industri Dalam Negeri

Meski ekspor moncer, tantangan di dalam negeri masih tebal. Murali menyoroti membanjirnya baja nonstandar yang masuk tanpa perlindungan regulasi yang tegas.

“Produk dengan ketebalan tak sesuai atau lapisan pelindung di bawah standar masih bebas masuk. Ini membunuh industri baja nasional secara perlahan,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah bergerak cepat dan tegas. Intervensi diperlukan agar produk dalam negeri yang berkualitas bisa bersaing secara sehat.

Kena Tarif AS, Tapi Tetap Laku Keras

Menariknya, ekspor ke Amerika Serikat tetap berjalan meski dikenakan tarif flat 25 persen di bawah kebijakan Section 232. Tapi justru di sinilah keunggulan AM/NS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Negara pesaing seperti China, Vietnam, dan India dikenakan bea antidumping lebih tinggi. Kami lebih kompetitif secara kualitas dan harga,” papar Murali.

Dengan rekam jejak sejak 2004 sebagai pemasok terpercaya, AM/NS merasa mantap menembus pasar dunia. Produk andalan mereka antara lain baja galvanized dan cold rolled coil.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT