News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

China Tak Keder! Ancaman Tarif Trump Dibalas Sampai Titik Impor Penghabisan

China tak gentar dengan ancaman tarif 104% dari Trump. Beijing siap balas keras, menyebut langkah AS sebagai pemerasan ekonomi dan intimidasi global.
Rabu, 9 April 2025 - 10:45 WIB
China Alami Krisis Pernikahan, Dampaknya Jadi Perbincangan Publik
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah perang dagang jilid dua yang kembali memanas, China bersuara lantang.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu menyatakan tidak gentar menghadapi ancaman tambahan tarif 50 persen dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang jika dijalankan bisa membuat total beban tarif barang China di AS mencapai 104 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak akan menoleransi segala bentuk tekanan yang merugikan kedaulatan dan pembangunan China. Jika AS melangkah, kami akan balas sampai akhir,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (8/4).

Trump Main Keras, China Tak Mau Kalah

Trump sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif tambahan terhadap produk China jika negara itu tidak menarik tarif balasan sebesar 34 persen terhadap AS. Ancaman itu ditulis Trump melalui akun X (dulu Twitter), dan menyatakan bahwa negosiasi dengan China akan dihentikan sementara negosiasi baru akan dimulai dengan negara lain.

Kebijakan ini adalah bagian dari serangkaian eskalasi. Mulai Februari 2025, Trump mengenakan tarif 10 persen untuk semua barang China, kemudian 20 persen pada Maret, dan 34 persen pada awal April. Kini, ia mengancam menaikkan lagi sebesar 50 persen.

Jika benar dilakukan, maka barang-barang asal China seperti ponsel, komputer, mainan, dan furnitur akan menghadapi tarif total 104 persen di pasar AS. Padahal, China adalah eksportir terbesar kedua ke AS dengan nilai mencapai USD 439 miliar per tahun.

China: Ini Bukan Soal Ekspor, Tapi Harga Diri

Pemerintah China memandang langkah Trump bukan sekadar soal tarif, tapi soal intimidasi ekonomi yang melanggar sistem perdagangan internasional berbasis aturan.

“Ini bentuk klasik dari unilateralisme dan proteksionisme. Dunia menolak cara semacam ini,” ucap Lin Jian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

China menyebut penggunaan tarif secara sewenang-wenang sebagai bentuk pemerasan ekonomi yang bisa merusak tatanan global. Kementerian Perdagangan China bahkan menyatakan bahwa jika Washington benar-benar memberlakukan tarif tambahan, maka Beijing siap mengambil langkah balasan yang keras.

“Ancaman AS untuk menggandakan tarif adalah kesalahan besar dan berulang. China tidak akan tinggal diam dan akan merespons dengan tegas,” kata pernyataan resmi dari Kementerian Perdagangan China.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT