News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Elon Musk Guyur Miliaran Dukung Schimel, Pemilu Wisconsin Berubah Jadi Politik Uang?

Elon Musk tuai kontroversi di pemilu Wisconsin dengan mendukung Brad Schimel lewat donasi besar dan hadiah uang, memicu debat tentang demokrasi dan politik uang
Selasa, 1 April 2025 - 14:52 WIB
CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Elon Musk kembali membuat heboh. Kali ini, bukan soal mobil listrik atau roket ke Mars, melainkan pemilihan Mahkamah Agung Wisconsin. Dengan kekayaan yang tak berseri, Musk mendukung kandidat konservatif Brad Schimel dalam pemilu yang kini dipenuhi kontroversi. 

Tak tanggung-tanggung, ia menggelontorkan puluhan juta dolar untuk memastikan kemenangan Schimel, bahkan dengan cara yang dianggap banyak pihak sebagai politik uang terang-terangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uang Mengalir Deras, Demokrasi Terseret Arus

Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Musk tampaknya tak segan merogoh kocek dalam-dalam untuk kepentingan politiknya. Ia telah menyuntikkan lebih dari $20 juta ke dalam pemilu Wisconsin, menjadikannya salah satu donatur terbesar dalam sejarah pemilihan yudisial AS.

Duit itu sebagian besar masuk ke super PAC yang ia dukung, America PAC, yang kemudian digunakan untuk membiayai iklan kampanye, canvassing dari rumah ke rumah, hingga propaganda politik. America PAC sendiri telah menghabiskan lebih dari $4,3 juta untuk mengamankan suara bagi Schimel.

Namun, yang benar-benar membuat geger adalah taktik Musk dalam menarik perhatian pemilih.

Pemilu atau Ajang Bagi-Bagi Uang

Dalam sebuah acara di Green Bay, Musk secara terang-terangan membagikan dua cek masing-masing senilai $1 juta kepada pemilih Wisconsin. Langkah ini langsung menimbulkan kontroversi dan tuduhan bahwa ia sedang membeli suara demi kandidat pilihannya.

Jaksa Agung Wisconsin, Josh Kaul, berusaha menghentikan aksi ini dengan alasan melanggar hukum pemilu, tetapi Mahkamah Agung Wisconsin menolak gugatan tersebut. Hasilnya, Musk tetap bisa melanjutkan aksi "dermawan" ini tanpa hambatan.

Seakan belum cukup, Musk justru semakin terang-terangan dengan membuat cuitan kontroversial di X

"Uang paling mudah yang pernah Anda dapatkan. Anda bahkan tidak perlu berasal dari Wisconsin, Anda hanya perlu meminta seseorang di negara bagian tersebut untuk memegang gambar @TeamSchimel (bisa di ponsel/perangkat atau di atas kertas) di satu tangan dan mengacungkan jempol dengan tangan lainnya. Setiap kali Anda melakukannya, Anda mendapatkan $20 dan mereka juga mendapatkan $20. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pemilu besok, jadi tawaran ini berlaku untuk hari ini dan besok."

Musk secara terbuka menawarkan uang kepada siapa saja yang mau mendukung Schimel. Strategi politik atau sekadar aksi seorang miliarder yang bosan, publik kini dibuat geleng-geleng kepala.

Demokrasi Runtuh, Kapitalisme Berjaya

Tak butuh waktu lama, aksi Musk ini memicu gelombang kritik tajam. Banyak pihak menilai bahwa Musk sedang berusaha "membeli" kekuasaan di Mahkamah Agung Wisconsin, yang keputusannya bisa berdampak pada isu-isu penting seperti hak aborsi, pembagian distrik politik, dan hak-hak buruh.

Namun, pendukung Schimel membela langkah Musk. Mereka berpendapat bahwa ini hanyalah strategi untuk melawan pengaruh George Soros, miliarder liberal yang juga dikenal sering mendukung kandidat progresif seperti Susan Crawford.

Meski demikian, banyak pengamat politik khawatir bahwa tindakan Musk bisa menjadi preseden buruk bagi demokrasi Amerika. Jika miliarder bisa "membeli" hakim dengan membanjiri pemilu dengan uang, maka suara rakyat tak lebih dari formalitas belaka.

Kesimpulan, Pemilu atau Perdagangan Jabatan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Elon Musk kembali membuktikan bahwa kekayaan mampu membentuk realitas politik sesuai keinginannya. Pemilu Wisconsin tahun ini bukan lagi sekadar ajang demokrasi, melainkan telah berubah menjadi pertarungan uang besar-besaran.

Dengan Musk sebagai dalangnya, kemenangan kini bukan lagi soal suara rakyat, melainkan siapa yang berani membayar lebih mahal. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT