News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Sampai Kantong Jebol! Begini Cara Cerdas Atur Keuangan Saat Lebaran dan Mudik

Kelola keuangan Lebaran dengan bijak! Buat anggaran, prioritaskan kebutuhan, hindari belanja impulsif, serta siapkan dana darurat agar kantong tetap aman.
Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:00 WIB
Ilustrasi dompet kosong tanda rezeki seret
Sumber :
  • Pexels/Nicola Barts

Jakarta, tvOnenews.com - Lebaran adalah momen penuh sukacita. Setelah sebulan berpuasa, inilah saatnya berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi, dan berbagi kebahagiaan.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada satu tantangan besar yang kerap dihadapi banyak orang: keuangan yang kebobolan! Pengeluaran yang tak terkendali bisa membuat dompet menipis dan meninggalkan beban finansial setelah hari raya usai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari tiket mudik hingga oleh-oleh, dari baju baru hingga THR, semuanya butuh biaya. Kalau tidak pandai mengatur keuangan, saldo rekening bisa terkuras dalam sekejap. Lalu, bagaimana cara cerdas menjaga keuangan agar tetap sehat selama Lebaran dan mudik? Simak tips berikut ini!

1. Buat Anggaran Khusus Lebaran

Sebelum Lebaran tiba, buatlah anggaran yang jelas. Hitung semua kebutuhan utama seperti transportasi, makanan, THR, hingga oleh-oleh. Jangan lupa gunakan aplikasi keuangan atau catatan manual untuk memantau setiap pengeluaran agar tidak kebablasan.

2. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Fokuslah pada kebutuhan utama seperti tiket perjalanan, konsumsi, dan zakat. Godaan belanja di pusat perbelanjaan memang besar, tapi tanyakan lagi pada diri sendiri: apakah benar-benar butuh atau sekadar ingin? Jika masih memiliki baju yang layak, tidak perlu memaksakan membeli yang baru hanya demi tren.

3. Beli Tiket Transportasi Lebih Awal

Jangan menunggu harga tiket melonjak! Pesan tiket pesawat, kereta, atau bus jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga lebih murah. Banyak platform perjalanan yang menawarkan promo khusus jika membeli lebih awal. Manfaatkan kesempatan ini agar biaya perjalanan lebih terjangkau.

4. Pilih Transportasi yang Lebih Hemat

Jika memungkinkan, gunakan kendaraan pribadi dan ajak keluarga untuk berbagi biaya perjalanan. Jika tidak, pertimbangkan opsi transportasi umum yang lebih ramah di kantong dibandingkan menyewa kendaraan atau naik pesawat dengan harga selangit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Jangan Berlebihan dalam Memberi THR dan Oleh-Oleh

THR memang tradisi yang menyenangkan, tapi tetap sesuaikan dengan kemampuan finansial. Jangan sampai niat berbagi justru membuat keuangan ambruk. Begitu juga dengan oleh-oleh, pilih yang bermanfaat dan sesuai anggaran, bukan hanya untuk gengsi semata.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT