Jakarta, tvOnenews.com - Trading kripto menjadi salah satu jenis trading yang saat ini paling sering dilakukan. Ini tentu tidak terlepas dari nilai keuntungan yang ditawarkan dari jual beli mata uang kripto.
Untuk memaksimalkan keuntungan salah satu cara yang dilakukan adalah melakukan pair trading secara tepat. Pair trading sendiri merujuk pada pasangan dua aset kripto yang diperdagangkan satu terhadap lainnya. Misalkan seperti BTC/ETH atau BTC/USDT.
Memilih pasangan mata uang kripto yang tepat perlu untuk memperhatikan beberapa aspek. Lantas, apa saja aspek yang perlu diperhatikan? Berikut adalah lima aspek yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pair trading kripto:
Likuiditas adalah salah satu faktor paling penting dalam menentukan pair trading. Likuiditas adalah istilah yang menggambarkan seberapa mudah aset dalam pasangan dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.
Likuiditas sangat berpengaruh terhadap pemilihan mata uang kripto yang akan dibeli. Pair yang memiliki likuiditas tinggi menawarkan spread yang lebih kecil dan pergerakan harga yang lebih stabil. Disisi lain pasangan dengan likuiditas rendah memiliki risiko slippage yang lebih tinggi. Selain itu, likuiditas juga mempengaruhi peluang arbitrase di antara berbagai bursa.
Karena itu, pastikan untuk memeriksa volume perdagangan harian dari pasangan tersebut di bursa yang Anda gunakan sebelum memilih pair. Data terkait hal ini sendiri dapat ditemukan di platform seperti CoinMarketCap atau CoinGecko.
Volatilitas adalah ukuran perubahan harga suatu aset dalam periode tertentu. Dalam dunia kripto setiap mata uang memiliki volatilitas yang berbeda-beda. Sebab, nilai mata uang dapat berubah dengan cepat. Kendati demikian, terdapat juga mata uang kripto dengan volatilitas rendah yaitu mata uang kripto dengan jenis stablecoin.
Dikarenakan volatilitas yang lebih rendah maka berinvestasi pada dua stablecoin cenderung lebih stabil dibandingkan dengan pasangan yang melibatkan dua aset kripto seperti BTC/ETH. Stabilitas ini membuat investasi stablecoin cocok untuk trader konservatif yang ingin meminimalkan risiko.
Tapi, volatilitas tinggi bukan berarti hal buruk karena volatilitas tinggi pada pasangan kripto murni dapat memberikan peluang keuntungan lebih besar, tentu dengan risiko yang lebih tinggi.
Oleh sebab itu, trader perlu mengevaluasi risiko masing-masing. Selain itu trader juga perlu menentukan apakah mereka lebih nyaman dengan stabilitas atau peluang dari volatilitas. Menggunakan alat analisis teknis juga dapat membantu memprediksi pergerakan harga pasangan yang volatil.
3. Biaya Transaksi
Setiap transaksi di pasar kripto melibatkan biaya seperti biaya trading dan biaya penarikan. Ini juga memiliki perbedaan di setiap bursa. Sebab setiap bursa memiliki struktur biaya yang bervariasi. Beberapa pairing terkadang memiliki biaya yang lebih tinggi tergantung pada popularitas dan penggunaannya. Misalnya, pair trading yang kurang umum dapat dikenakan biaya lebih tinggi dibandingkan dengan pairing seperti BTC/USDT atau ETH/USDT.
Oleh sebab itu perhatikan struktur biaya di bursa Anda. Hitung juga biaya keseluruhan termasuk biaya taker dan maker, yang dapat mempengaruhi keuntungan bersih Anda. Biaya transaksi dapat mempengaruhi frekuensi trading Anda. Contohnya, misalkan trader harian atau scalper yang melakukan banyak transaksi tentunya akan mempertimbangkan pasangan dengan biaya rendah untuk memaksimalkan keuntungan.
4. Kompatibilitas dengan Strategi Trading Anda
Setiap trader memiliki strategi yang berbeda. Ini mulai dari scalping hingga trading jangka panjang. Oleh sebab itu pair trading yang dipilih harus sesuai dengan strategi tersebut.
Misalnya, trader scalping yang mencari keuntungan dari pergerakan harga kecil biasanya memilih pasangan dengan spread rendah dan likuiditas tinggi. Sementara itu, trader jangka panjang mungkin lebih memilih pasangan yang menawarkan potensi pertumbuhan besar dalam jangka waktu tertentu.
5. Korelasi Antar Aset dalam Pasangan
Korelasi antar aset trading pair juga perlu dipertimbangkan. Misalkan, dalam trading pair BTC/ETH, pergerakan harga BTC seringkali mempengaruhi harga ETH. Ini karena keduanya adalah aset utama di pasar kripto.
Sebaliknya, pasangan yang melibatkan stablecoin cenderung lebih mudah diprediksi. Ini karena stablecoin dirancang untuk menjaga nilai tetap terhadap mata uang fiat. Penting juga untuk memahami korelasi negatif. Beberapa aset cenderung bergerak dalam arah yang berlawanan. Misalnya, pasangan antara aset safe-haven dan aset spekulatif dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap volatilitas pasar secara keseluruhan.
Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum memilih trading pair kripto. Tentu, memilih pair trading yang tepat adalah langkah penting untuk mencapai kesuksesan dalam trading kripto. Ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti likuiditas, volatilitas, biaya transaksi, kesesuaian dengan strategi trading, dan korelasi antar aset.
Penting untuk diingat bahwa tidak ada pasangan yang sempurna untuk semua trader. Setiap trader memiliki kebutuhan, tujuan, dan toleransi risiko yang unik. Selalu lakukan riset mendalam dan gunakan alat analisis pasar untuk memaksimalkan potensi keuntungan Anda sambil meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. (rpi)
Load more