News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perjalanan Inspiratif Arif Rahman Hakim, Anak Daerah yang Kini Jadi Sekretaris Kementerian UMKM

Sosok Arif Rahman Hakim yang kini menjadi Sekretaris Kementerian UMKM ternyata memiliki perjalanan hidup yang cukup inspiratif dan penuh dengan kedisiplinan.
Minggu, 19 Januari 2025 - 22:27 WIB
Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim.
Sumber :
  • Dok. Kementerian UMKM

Jakarta, tvOnenews.com - Lahir dari keluarga yang sederhana, Arif Rahman Hakim dibesarkan dengan penuh kedisiplinan oleh Ayahnya yang berprofesi sebagai guru dan Ibu yang merupakan seorang pedagang.

Arif menghabiskan masa kecilnya di daerah Selatan Kabupaten Brebes, tepatnya di Bumiayu, tempat pelosok yang menjadi saksi Arif belajar banyak hal dan makna kehidupan yang membentuk pribadinya hingga sekarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hidup di tempat yang jauh dari kata mewah, Arif kecil juga berdampingan dengan lingkungan yang kurang kondusif, tinggal di dekat pasar dan terminal membuat kenakalan remaja tidak asing di telinga Arif.

Beruntungnya, Ayahnya adalah sosok yang sangat fokus dalam mendidik anak-anaknya menjadi disiplin dan cerdas, mulai dari penerapan waktu belajar yang teratur, hingga keseriusannya dalam memilihkan tempat pendidikan terbaik untuk Arif dan saudaranya.

Kendati menempuh Pendidikan SD dan SMP di sekolah daerah Bumiayu, pria yang lahir pada 12 Maret 1966 ini kemudian melanjutkan pendidikan SMA nya di SMAN 1 Purwokerto.

Momen ini sekaligus menjadi masa pembelajaran Arif untuk mandiri, karena harus hidup sendiri jauh dari orang tua.

Selain kemandirian, sisi kompetitif Arif juga mulai terbentuk di masa ini, berawal dari ketatnya seleksi masuk SMA, hingga etos belajar tinggi yang harus ia terapkan untuk mendapatkan nilai terbaik.

Bahkan, pada masa ini pula Arif menyadari, bahwa Pendidikan adalah kunci bagi dirinya untuk bisa melaju lebih jauh.

Terbukti, setelah lulus dari SMA favorit tersebut, Arif kian melaju dengan memantapkan dirinya mengambil jenjang sarjana.

Sadar akan kondisi ekonomi keluarganya yang serba terbatas, ia kemudian memilih Institut Teknologi Bandung sebagai tujuan belajarnya, karena alasan biaya yang masih cukup terjangkau kala itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, untuk terus bertahan di sana, Arif sebagai mahasiswa Teknik Industri juga bekerja sebagai seorang pengajar di berbagai lembaga bimbingan tes sejak semester tiga.

Tidak berhenti di situ, etos kerja Arif yang begitu tinggi juga sudah dibuktikan dengan keberhasilannya bekerja di perusahaan konsultan di Jakarta pada tahun 1989 sejak ia masih berstatus mahasiswa.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT