News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sri Mulyani Akui Pensiun Dini PLTU Cirebon Butuh Biaya Rp20,15 Triliun, Tapi Prosesnya Malah Dipercepat: Ini Sumber Dananya

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, pensiun dini PLTU Cirebon membutuhkan dana fantastis dan saat ini prosesnya masih berjalan serta dalam proses pembicaraan.
Sabtu, 7 September 2024 - 10:02 WIB
Sri Mulyani saat berbicara di acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024.
Sumber :
  • Instagram @smindrawati

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa program pensiun dini untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1.

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, pensiun dini PLTU tersebut saat ini masih berjalan dan sedang dalam proses pembicaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah diketahui akan mempercepat penutupan PLTU tersebut, yang awalnya ditargetkan pada 2042, menjadi 2035 alias tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal.

“Ya karena masiih work in progress," ujar Sri Mulyani dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF 2024) di Jakarta, dikutip Sabtu (7/9/2024).

Biaya Penutupan PLTU Sangat Besar

Sri Mulyani menambahkan, ada beberapa tantangan yang menjadi penyebab lambatnya proses ini.

Salah satu kendala utamanya adalah biaya yang sangat besar yang diperlukan untuk menjalankan program pensiun dini ini.

"Challenge-nya kita lihat dari biaya yang muncul akibat dari keputusan itu, konsekuensinya terhadap PLN, terhadap APBN dan private sector," ujarnya.

Meski demikian, Sri Mulyani tetap berkomitmen untuk mempercepat pensiun dini PLTU Cirebon-1, yang memiliki kapasitas 660 Mega Watt (MW).

Bahkan, ia bertekad agar program ini mulai bisa terealisasi sebelum masa pemerintahan Prabowo-Gibran berakhir.

“Kita usahakan terus ya, kita usahakan terus,” uijarnya.

Menkeu juga memastikan bahwa seluruh proses yang terlibat dalam pensiun dini PLTU ini akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dan tidak akan menimbulkan kerugian bagi negara.

"Bagaimana ini being seeing sebagai transaksi yang baik dan akuntabel untuk dari sisi hukum sehingga tidak dianggap sesuatu yang merugikan negara," jelas Sri Mulyani.

Untuk merealisasikan pensiun dini PLTU Cirebon-1, dibutuhkan dana sekitar 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp20,15 triliun (kurs Rp15.500).

Dana tersebut akan disalurkan melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform, sebuah mekanisme pendanaan campuran yang bertujuan untuk memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan dari pihak internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski menghadapi berbagai tantangan, program pensiun dini PLTU Cirebon-1 tetap menjadi prioritas yang diupayakan pemerintah.

Dengan dukungan pendanaan internasional dan kepatuhan terhadap aturan hukum, diharapkan langkah ini bisa membantu transisi energi di Indonesia menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan. (rpi)
 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT