News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KKP Gandeng Korea Selatan, Indonesia akan Bangun Pusat Pelatihan Teknologi Perikanan dan Kelautan Terpadu

Salah satu kerja sama yang akan dilakukan Indonesia-Korsel melalui KKP di antaranya adalah pembangunan Training Center Kelautan dan Perikanan di Indonesia.
Sabtu, 22 Juni 2024 - 12:01 WIB
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP I Nyoman Radiarta dalam forum 4th Bilateral Maritime Forum (BMD) Indonesia - Korsel.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Korea Selatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kemaritiman.

Salah satu kerja sama yang akan dilakukan Indonesia-Korsel tersebut di antaranya melalui pembangunan Training Center Kelautan dan Perikanan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP I Nyoman Radiarta menyampaikan, tujuannya tersebut adallah untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dalam memajukan industri dan meningkatkan peluang ekonomi di sektor kelautan dan perikanan.

Di bidang pendidikan, KKP telah bekerja sama dengan Korea Selatan melalui proyek bantuan pembangunan resmi atau Official Development Assistance (ODA) bertajuk 'Establishment of the Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center and Enhancing Capacity Building in Indonesia' (ODA KIOTEC).

"Proyek ODA KIOTEC adalah langkah penting dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia, dengan anggaran sebesar 7,5 miliar won Korea," ucap Nyoman pada saat forum 4th Bilateral Maritime Forum (BMD) Republik Indonesia - Republik Korea di Busan, Jumat (21/4/2024).

"Proyek ini bertujuan untuk mendirikan Pusat Pelatihan Teknologi Perikanan dan Kelautan Terpadu dan meningkatkan pembangunan kapasitas SDM," imbuhnya.

tvonenews

Nyoman menjelaskan, salah satu fokus utama proyek tersebut adalah mendukung pendirian Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai pusat pendidikan vokasi KKP.

Kegiatan pendukung OII meliputi Lokakarya Internasional Satelit Geostasioner dan Penginderaan Jauh; pengembangan kebijakan ekonomi biru berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung program prioritas KKP; pengembangan kurikulum pendidikan vokasi kelautan dan perikanan; serta Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka

Selain itu, terbentuknya KIOTEC dalam mendukung OII yang mencakup kegiatan pengembangan kapasitas melalui melalui pendidikan gelar master dan doktor, short term courses untuk peningkatan skill, pelatihan topik khusus untuk pengambil kebijakan kelautan dan pengajar, pengembangan teknologi karbon biru, serta topik kelautan lainnya.

Pendirian KIOTEC ke depannya juga akan didukung dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai, seperti penyediaan ruang dan fasilitas pelatihan, peralatan survei, dan kapal latih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua delegasi Korea Kim Sung Bum mengatakan kerja sama di sektor kelautan dan perikanan ini tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah, tetapi juga dapat menjadi model bagi kerja sama antar pemerintah lainnya bagi Korea Selatan.

Ketua delegasi Indonesia yakni Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kemenko Marves Jodi Mahardika menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti sesi pengembangan SDM ini melalui working group untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan implementasi program-program yang telah disepakati. (ant/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT