GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mayoritas SMP dan SD di Gunungkidul Yogyakarta Kekurangan Murid

Miris, banyak sekolah di Gunungkidul, Yogyakarta kekurangan murid. Hal tersebut diketahui dari hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023
Senin, 27 Juni 2022 - 17:15 WIB
Suasana kegiatan belajar mengajar di salah satu SMP di Gunungkidul.
Sumber :
  • Tim tvOne - Lucas Didit

Gunungkidul, DIY - Miris, banyak sekolah di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta kekurangan murid. Hal tersebut diketahui dari hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023, yang telah diumumkan pada Jumat (24/6/2022) lalu.

Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat, SMP swasta maupun negeri yang mengikuti PPDB online ada sebanyak 107 sekolah dimana yang dapat memenuhi kuota penerimaan hanya 32 sekolah. Sementara 75 sekolah lainnya kekurangan murid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jumlahnya bervariasi. Ada yang hanya ada satu murid, bahkan ada juga yang sampai ratusan bangku yang masih kosong. Jadi yang kekurangan murid untuk sekolah negeri ada 36 sekolah, dan yang swasta ada 39 sekolah," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Gunungkidul, Tijan, Senin (27/6/2022).

Tijan menegaskan, saat ini ada 75 SMP di Kabupaten Gunungkidul mengalami kekurangan murid. Hal ini terlihat pada kuota penerimaan yang lebih sedikit dari daya tampung yang tersedia. Sedangkan sekolah yang memenuhi daya tampung ada sebanyak 32 SMP.

“Memang banyak, tapi kekurangan murid paling banyak dialami oleh sekolah swasta. Namun sekopah negeri juga ada yang kekurangan, terutama sekolah yang ada di pinggiran,” ungkapnya.

Penerimaan siswa baru, lanjut Tijan, masih didominasi zonasi sebesar 50. Sementara yang lainnya berasal dari jalur perpindahan orang tua 5%, prestasi 30% dan afirmasi 25%.

Selain itu, dinas pendidikan juga membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO), meski tidak semua sekolah membuka kelas ini. KKO hanya dibuka di SMP Negeri 1 Saptosari, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen dan SMP Negeri 1 Rongkop.

“Antusias siswa masuk lewat jalur KKO ini terbilang tinggi, tapi data pastinya bisa dilihat di masing-masing sekolah,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan, Gunungkidul, Winarno, mengungkapkan, akan adanya SMP yang kekurangan murid sudah diprediksi sejak awal persiapan PPDB. Menurutnya, daya tampung yang dimiliki lebih banyak, dibanding calon siswa yang akan diterima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk tingkat SMP misalnya. Daya tampung yang dimiliki (gabungan sekolah negeri dan swasta) ada sebanyak 10.676 anak. Namun, jumlah siswa yang diterima dari PPDB online hanya 7.106 anak.

"Kondisi ini tidak hanya terjadi pada jenjang SMP, kekurangan murid juga terjadi di tingkat SD,” pungkasnya. (Ldhp/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia berpotensi tampil tanpa kekuatan penuh pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar 27-30 Maret 2026. Sekitar tujuh pemain berlabel Timnas terancam
Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Perhatian publik Tanah Air musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Timnas Indonesia, tetapi juga performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa. Di Serie A -
Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Timnas Indonesia akan ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 dan 30 Maret mendatang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai salah satu tuan -
Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT