News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bupati Sleman Terpapar Covid-19, Puluhan Kontak Erat Jalani Swab Massal

Pasca temuan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo positif terpapar Covid-19. Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman melakukan swab massal kepada puluhan kontak erat.
Selasa, 25 Januari 2022 - 13:43 WIB
Swab massal pasca Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo terpapar Covid-19, Selasa (25/1/2022)
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetyo

Sleman, DIY - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo positif terpapar Covid-19 usai bepergian dari luar kota. Pasca temuan ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman langsung melakukan swab massal kepada puluhan kontak erat.

Swab massal digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman sejak Selasa (25/1/2022) pagi. Swab diikuti puluhan orang ASN dan orang-orang di lingkungan dekat Bupati Kustini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini sedang dilakukan tracing untuk kontak erat yang berinteraksi dengan beliau (bupati) lima hari ke belakang," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Selasa (25/1/2022).

Dijelaskan Evi, sapaan akrabnya, tracing dilakukan sebagai tindak lanjut untuk mencegah penularan yang lebih meluas. Harapannya jika terjadi penularan maka bisa dengan cepat diketahui.

"Saat ini dengan adanya tracing kami harapkan kemudian akan menjadi tindak lanjut dari penanganan selanjutnya dan menurut saya sih kondisi sudah bisa diatasi oleh teman-teman di Dinas Kesehatan," ungkapnya.

Disinggung terkait kondisi terbaru bupati, Evi menyebut saat ini Kustini sudah tidak mengalami gejala apapun. Namun bupati tetap menjalani isolasi mandiri di rumah dinas.

Ia belum bisa memastikan dari mana bupati tertular Covid-19. Pasalnya selama sepekan terakhir bupati melakukan perjalanan di beberapa kota mulai dari Lumajang, Jawa Timur, kemudian Jakarta, lalu Kulon Progo, Yogyakarta.

"Ada perjalanan keluar daerah tapi kami belum bisa memastikan ya informasi dari dinas kesehatan apakah masa inkubasi itu timbulnya dari mana itu belum memperoleh informasi," ucap Evi.

Evi juga belum mengetahui apakah Bupati Kustini terpapar varian Omicron atau bukan. Saat ini sampelnya masih dicek di laboratorium dan hasilnya belum keluar.

"Kalau untuk detilnya kami belum memperoleh informasi. Saat ini sedang dicek laboratorium mudah-mudahan bukan (Omicron)," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski bupati tengah terpapar Covid-19, tapi Evi yang juga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Sleman ini memastikan roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa.

"Pemerintahan berjalan seperti biasa normal karena beliau juga sehat tanpa gejala artinya untuk kegiatan administrasi kemudian disposisi berjalan seperti biasa," katanya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT